Grid.ID - Penyanyi Rossa angkat bicara terkait langkah yang diambil terhadap sejumlah akun bodong. Ia menjelaskan alasan di balik keputusan untuk mensomasi pihak-pihak yang menyebarkan informasi tidak benar tentang dirinya.
Sebelumnya, manajemen Rossa diketahui telah melayangkan somasi kepada beberapa akun media sosial. Akun-akun tersebut dinilai telah membuat dan menyebarkan video hoax yang merugikan dirinya.
Rossa mengaku keputusan tersebut bukan diambil secara tiba-tiba. Ia terlebih dahulu mempertimbangkan berbagai hal sebelum akhirnya menyerahkan penanganan kepada pihak manajemen.
“Sebetulnya aku sebagai public figure memutuskan untuk ‘oke kalau gitu aku akan memberikan kuasa pada manajemen aku dengan pecara untuk mensomasi’ gitu,” ujarnya dikutip dari YouTube @C8Podcast pada Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, fenomena kebebasan berpendapat di media sosial saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Banyak orang dengan mudah memberikan komentar tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain.
“Kalau buat aku mungkin lebih kepada aduh ini zaman udah mengerikan banget ya gitu. Terlalu bebas berkomentar gitu rasanya,” katanya.
Ia pun menyoroti alasan sebagian orang yang berlindung di balik dalih kebebasan berpendapat. Padahal, menurutnya, kebebasan tersebut tetap harus disertai dengan tanggung jawab moral.
“Ada yang bilang ‘oh ini kan kebebasan gue untuk berkomentar‘. Ia betul, tapi kalau udah merugikan orang lain itu kan harusnya kan ada morality dalam diri ya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rossa mengingatkan bahwa setiap ucapan yang disampaikan di media sosial dapat berdampak pada perasaan orang lain. Ia menyayangkan masih banyak pihak yang mengabaikan hal tersebut.
“Kayak yang kamu omongin tuh manusia juga loh, kamu menyakiti perasaan orang lain gitu. Dan itu bukan buat inian semata, tapi justru kepentingannya mereka pribadi yang bisa diuangkan,” ungkapnya.
Saat langkah somasi dilakukan, Rossa juga menerima berbagai tanggapan dari netizen. Tidak sedikit yang menganggap bahwa sebagai publik figur, ia harus siap menerima komentar apa pun.
Namun, wanita berusia 47 tahun ini menolak anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa menjadi artis bukan berarti kehilangan hak sebagai manusia.
“Emang artis tuh barang? Jangan sampai sosial media ini menjadi bahan untuk fitnah gitu, untuk menyebarkan kebencian kan seram banget ya,“ jelasnya.
Rossa juga berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran bersama. Ia ingin masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Mudah-mudahan dengan ini aku bisa mengajak orang-orang untuk lebih bijak bersosial media, meskipun ini pahit mungkin buat yang disomasi,“ tutupnya.(*)
Artikel Asli




