EtIndonesia. Amerika Serikat saat ini sedang menjalankan operasi pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz. Menurut laporan The Wall Street Journal, militer AS menggunakan berbagai kendaraan tanpa awak dan robot bawah air untuk dengan cepat membersihkan ranjau yang mungkin tersembunyi di dasar jalur pelayaran penting tersebut.
Laporan itu menyebutkan bahwa AS mengerahkan sistem tanpa awak di laut. Salah satunya adalah kapal permukaan tanpa awak serbaguna yang dikembangkan oleh RTX Corporation dan mulai digunakan pada 2023. Kapal ini dapat menarik sistem sonar apung terbaru bernama AQS-20 untuk memindai dasar laut, dengan kemampuan menjangkau area selebar sekitar 100 kaki (lebih dari 30 meter) dalam sekali operasi.
Selain itu, kendaraan bawah air tanpa awak bertenaga baterai yang diproduksi oleh General Dynamics—termasuk MK18 Mod 2 “Kingfish” dan “Knifefish”—juga digunakan. Perangkat ini dapat diluncurkan langsung dari kapal kecil dan bergerak mengikuti jalur yang telah diprogram untuk mencari ranjau laut.
Analis militer menyatakan bahwa karena beberapa bagian Selat Hormuz relatif sempit, militer AS dapat menyelesaikan pencarian awal dalam waktu singkat. Setelah target terdeteksi, gelombang kedua robot bawah air dapat dikerahkan untuk menetralisir ranjau, baik dengan bahan peledak maupun pemicu jarak jauh.
Mantan Letnan Jenderal Angkatan Laut AS sekaligus mantan komandan Armada Kelima AS di kawasan Teluk, Kevin Donegan, mengatakan bahwa dengan menggunakan kendaraan bawah air tanpa awak, survei jalur pelayaran kecil dapat diselesaikan hanya dalam beberapa hari, dibandingkan berminggu-minggu dengan metode tradisional.
Ia menambahkan, setelah satu jalur aman dibuka, kapal-kapal dapat kembali melintas terlebih dahulu, kemudian area pelayaran diperluas secara bertahap.
Sumber : ntdtv.com





