jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebutkan empat sampai enam persen sebagai angka ideal parliamentary treshold (PT) untuk diterapkan pada pemilu.
"Saya menilai angka empat sampai enam persen adalah angka yang ideal," kata dia melalui layanan pesan, Rabu (22/4).
BACA JUGA: Surya Paloh Usul Parliamentary Treshold 7 Persen, Ahmad Ali: Itu Pernah Ditolak
Doli menuturkan Golkar dalam menetapkan angka PT mempertimbangkan dua unsur agar keseimbangan terjaga.
Pertama, kata dia, unsur representativeness, yaitu sistem pemilu Indonesia tetap menjaga keterwakilan yang kuat dari rakyat.
BACA JUGA: NasDem Usul Parliamentary Treshold 7 Persen, PSI Siap Ladeni
"Semaksimal mungkin, kita harus menempatkan suara rakyat betul-betul bermakna. Kita harus berupaya memenuhi prinsip OPOVOV (One Person, One Vote, One Value, red)," ujar Wakil Ketua Baleg DPR RI itu.
Namun, Doli menyebut Golkar juga mempertimbangkan unsur governability, yakni pemerintahan bisa mulus setelah pemilu.
BACA JUGA: Data Riset Analitika: PSI Masih Berpeluang Lolos Parliamentary Treshold
Menurutnya, sistem politik pun harus mampu mewujudkan kestabilan melalui konsolidasi kekuatan yang relatif tidak rumit.
Terlebih lagi, kata dia, sistem pemerintahan Indonesia adalah presidensial yang harus didukung oleh sistem parlemen multipartai sederhana.
Dari situ, Doli menilai angka empat sampai enam persen menjadi ideal untuk diterapkan sebagai PT pada pemilu.
Dengan catatan, ujar Doli, PTT diberlakukan bukan hanya untuk DPR RI, tetapi diterapkan di level DPRD provinsi dan kabupaten atau kota secara berjenjang.
"Misalnya, lima, empat, dan tiga. Maksudnya, lima persen untuk DPR RI, empat persen untuk DPRD provinsi, dan tiga persen untuk DPRD kabupaten atau kota," kata dia. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan




