FAJAR, JAKARTA — Pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan rangkaian laga krusial yang bisa menjadi titik balik dalam perebutan gelar juara. Salah satu pertandingan yang paling disorot adalah duel antara Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta—laga yang bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga tentang menjaga asa dalam perburuan titel.
Pertandingan ini akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu (22/4/2026) pukul 15.30 WIB dan disiarkan langsung melalui Indosiar. Meski berstatus sebagai laga kandang bagi PSIM, relokasi venue dari Bantul membuat mereka kehilangan keuntungan besar berupa dukungan langsung dari suporter.
Bagi Persija, situasi ini menjadi peluang yang harus dimaksimalkan. Saat ini, Macan Kemayoran berada di posisi ketiga klasemen dengan 58 poin, tertinggal tujuh angka dari Persib Bandung dan lima poin dari Borneo FC Samarinda. Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, tidak ada ruang bagi Persija untuk terpeleset.
Momentum positif sebenarnya sedang berpihak kepada tim asuhan Mauricio Souza. Dua kemenangan beruntun yang diraih pada laga sebelumnya menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri tim. Dalam situasi seperti ini, konsistensi menjadi kunci utama jika mereka ingin terus menempel dua tim di atasnya.
Namun, Persija juga menghadapi tantangan tersendiri. Mereka dipastikan kehilangan salah satu pemain penting di lini tengah, Fabio Calonego, yang harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Absennya gelandang asal Brasil ini tentu menjadi kerugian, mengingat perannya yang vital dalam menjaga keseimbangan permainan tim.
Calonego tidak hanya berfungsi sebagai pemutus serangan lawan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dalam membangun serangan dan mencetak gol. Dengan catatan tiga gol dari 25 penampilan, ia menjadi salah satu elemen penting dalam skema permainan Mauricio Souza.
Situasi ini memaksa sang pelatih untuk mencari solusi alternatif. Salah satu opsi yang paling memungkinkan adalah menurunkan Jordi Amat sebagai gelandang bertahan. Pemain berlabel Timnas Indonesia tersebut sebelumnya memang kerap dimainkan di posisi tersebut dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Ia kemungkinan akan berduet dengan Van Basty Sousa untuk menjaga stabilitas lini tengah.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta datang ke pertandingan ini dengan kondisi yang kurang ideal. Laskar Mataram sedang berada dalam tren negatif setelah gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Kondisi ini tentu memengaruhi kepercayaan diri tim, apalagi mereka juga tidak bisa bermain di hadapan pendukung sendiri.
Meski demikian, justru situasi tertekan seperti ini kerap melahirkan kejutan. PSIM dipastikan tidak akan menyerah begitu saja, terutama karena mereka juga membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Selain laga Persija vs PSIM, pekan ini juga menyajikan pertandingan penting lainnya yang berpengaruh langsung terhadap perebutan gelar. Persib Bandung sebagai pemuncak klasemen akan menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Setelah hanya bermain imbang melawan Dewa United, Persib wajib meraih kemenangan untuk menjaga jarak dari para pesaing.
Di sisi lain, Borneo FC Samarinda akan menghadapi lawan yang secara peringkat lebih rendah, yakni Semen Padang FC. Secara teori, ini menjadi peluang besar bagi Pesut Etam untuk meraih tiga poin. Jika Persib gagal menang, maka Borneo berpotensi mengambil alih puncak klasemen.
Dengan demikian, hasil pertandingan Persija melawan PSIM menjadi semakin penting. Kemenangan tidak hanya akan menjaga jarak dengan dua tim di atas, tetapi juga membuka peluang jika terjadi hasil tidak maksimal dari Persib atau Borneo.
Secara keseluruhan, pekan ke-29 ini bisa menjadi salah satu titik penentu arah kompetisi. Tiga tim teratas—Persib, Persija, dan Borneo—semuanya berada dalam tekanan untuk meraih kemenangan.
Bagi Persija, laga ini adalah ujian konsistensi sekaligus peluang. Mereka harus membuktikan bahwa ambisi juara bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang benar-benar diperjuangkan hingga akhir. Tanpa Calonego, dengan tekanan klasemen, dan menghadapi lawan yang terluka—semua elemen ini menjadikan pertandingan ini lebih dari sekadar laga biasa.
Ini adalah momentum. Dan bagi Persija, momentum seperti ini tidak boleh disia-siakan. Laga Persija Vs PSIM bisa disaksikan, Rabu, 22 April 2026, via vidio dan Indosiar Pukul 15.30 WIB.





