Tanpa Bruno Moreira Lalu Gali Freitas, Kejeniusan Bernardo Tavares Diuji Bawa Persebaya Surabaya Kejutkan Tuan Rumah Malut United

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SURABAYA –Laga antara Malut United dan Persebaya Surabaya pada pekan ke-29 Super League 2025/2026 bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian besar bagi kecerdikan taktik pelatih Bernardo Tavares, yang harus menghadapi realitas pahit: kehilangan dua pemain kunci di saat momentum kompetisi memasuki fase krusial.

Bertandang ke Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Persebaya datang dengan kondisi yang jauh dari ideal. Mereka dipastikan tidak diperkuat dua pemain penting, yakni Gali Freitas dan Rachmat Irianto—dua sosok yang memiliki peran vital dalam struktur permainan Green Force.

Absennya Gali Freitas menjadi pukulan pertama yang cukup terasa. Winger eksplosif ini selama musim berjalan menjadi salah satu tumpuan utama di lini serang. Kecepatannya di sisi sayap, kemampuan duel satu lawan satu, serta agresivitas dalam menembus pertahanan lawan membuatnya sulit digantikan.

Namun, akumulasi kartu kuning memaksanya menepi di laga penting ini. Catatan disiplin yang kurang baik—empat kartu kuning di pertandingan berbeda—berujung pada sanksi larangan tampil, sesuai regulasi kompetisi. Kehilangan Gali berarti Persebaya kehilangan dimensi serangan yang selama ini menjadi andalan, khususnya dalam membongkar pertahanan rapat.

Jika kehilangan Gali sudah cukup berat, absennya Rachmat Irianto membuat situasi semakin kompleks. Pemain serbabisa yang mampu beroperasi di lini tengah maupun belakang itu harus menjalani operasi lutut kanan, mengakhiri musimnya lebih cepat.

Cedera yang dialami Rian bukan cedera biasa. Menurut Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, kondisi yang dialami termasuk komplikasi yang dikenal sebagai cyclops lesion, yang muncul pasca rekonstruksi ACL.

“Cyclops lesion. Kondisi ini merupakan komplikasi yang cukup jarang terjadi setelah tindakan rekonstruksi ACL. Rian sebelumnya mengalami cedera ACL saat masih bersama tim sebelumnya pada akhir musim lalu, sudah menjalani operasi dan proses rehabilitasi dengan baik,” ujarnya.

Meski sempat pulih, kondisi lanjutan memaksa tim medis mengambil langkah tegas: operasi ulang. Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan, melainkan melalui diskusi panjang antara tim medis, manajemen, dan pelatih.

“Syukurnya Rian masih sempat memberikan kontribusi saat menghadapi Persita dan Persija. Setelah melalui diskusi antara tim medis, manajemen, dan pelatih, akhirnya diputuskan operasi dilakukan sekarang sebelum kompetisi berakhir,” jelasnya.

Absennya Rian jelas berdampak besar. Sepanjang musim ini, ia tampil dalam 20 pertandingan dan menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan tim. Kemampuannya bermain fleksibel membuatnya sering menjadi solusi dalam berbagai situasi taktis.

Kini, tanpa dua pemain tersebut, kedalaman skuad Persebaya benar-benar diuji. Bernardo Tavares dituntut untuk menemukan formula baru yang tetap mampu menjaga keseimbangan tim, baik dalam bertahan maupun menyerang.

Pendekatan taktik kemungkinan akan mengalami penyesuaian. Tanpa winger eksplosif seperti Gali, Persebaya mungkin harus mengandalkan permainan kolektif dengan distribusi bola yang lebih cepat dan variasi serangan dari lini kedua. Sementara absennya Rian bisa memaksa perubahan struktur lini tengah atau bahkan pertahanan.

Di sisi lain, Malut United bukan lawan yang mudah, terutama saat bermain di kandang. Stadion Gelora Kie Raha dikenal memiliki atmosfer yang cukup menekan bagi tim tamu. Dukungan suporter serta karakter permainan agresif tuan rumah menjadi tantangan tambahan bagi Persebaya.

Situasi ini menjadikan pertandingan bukan hanya soal kualitas pemain, tetapi juga tentang strategi, adaptasi, dan mentalitas. Bernardo Tavares harus mampu membaca permainan dengan cermat, melakukan rotasi yang tepat, dan memastikan setiap pemain menjalankan perannya secara disiplin.

Dalam kondisi seperti ini, detail kecil bisa menjadi penentu. Kesalahan individu, kurangnya koordinasi, atau kegagalan memanfaatkan peluang bisa berakibat fatal. Sebaliknya, organisasi permainan yang solid dan efisiensi dalam menyerang bisa menjadi kunci untuk mencuri poin.

Laga yang akan digelar Kamis (23/4/2026) pukul 19.00 WIB ini pada akhirnya menjadi panggung pembuktian. Bukan hanya bagi pemain pengganti yang mendapatkan kesempatan, tetapi juga bagi sang pelatih.

Apakah Bernardo Tavares mampu menunjukkan kejeniusannya dalam meramu strategi di tengah keterbatasan? Ataukah absennya dua pemain kunci akan menjadi faktor yang terlalu besar untuk diatasi?

Jawabannya akan ditentukan di atas lapangan. Namun satu hal yang pasti, Persebaya tidak punya pilihan selain berjuang—karena di fase seperti ini, setiap poin bisa menjadi penentu arah musim mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenko Infra Dorong Percepatan Pengembangan Kereta Api Trans Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi
• 3 jam laludisway.id
thumb
Gibran Cek Pembangunan Rusun ASN di Papua Tengah, Tiap Unit sudah Diisi Perabotan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Dua Pelaku Ditangkap Polisi, Motif Penikaman Diduga Karena Balas Dendam!
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Polda Jatim Bongkar Kasus Produksi MinyaKita Ilegal, Pelaku Raup Omset Rp234 Juta
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ekonomi Kendal tumbuh pesat 7,99 persen, ditopang industri manufaktur
• 33 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.