Grid.ID - Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas setelah ditikam dua orang tak dikena. Insiden itu terjadi pada Minggu (19/04/2026) di Bandara Karel Sadsuitubun.
Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang. Politisi Golkar itu juga sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis.
Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Kini, dua pelaku penikaman telah dibekuk oleh polisi.
Lantas bagaimana kronologi Nus Kei tewas ditikam di bandara? Simak penjelasannya.
Kronologi Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara
Melansir TribunPalu.com, insiden penikaman terjadi saat Nus Kei baru tiba dari Jakarta di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026). Kedatangan Nus Kei di Maluku Tenggara untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Golkar pada Kamis (23/4/2026).
Saat sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei tiba-tiba ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).
Melihat hal itu, Kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku bisa melawan hingga akhirnya melarikan diri.
"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora."
"Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri," demikian rilis resmi yang diterima dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu (19/4/2026).
Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara namun ia terjatuh. Saat itu, ia sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.
Selang beberapa waktu, Nus Kei dilarikan ke ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Sayangnya, nyawa korban tak bisa diselamatkan saat tiba di rumah sakit.
"Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," tuturnya.
Ia dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami pendarahan hebat serta luka pada organ vitalnya. Berdasarkan informasi, Nus Kei menderita empat luka tusuk yakni di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri serta tulang belakang.
2 Pelaku Ditangkap Polisi
Melansir Kompas.com, polisi berhasil menangkap dua orang terduga pelaku, yakni pria berinisial HR (28) dan FU (36) setelah 2 jam insiden penikaman. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendatangi lokasi kejadian, melakukan penyelidikan, dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Hasilnya dalam waktu kurang lebih dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, Minggu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif penikaman Nus Kei hingga tewas adalah balas dendam. Kedua terduga pelaku HR dan FU mengaku sakit hati dengan kematian saudara mereka bernama Fenansius Wadanubun alias Dani Hoat.
“Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pelaku adalah balas dendam,” kata Rositah kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
“Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei (diduga) adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Hoat,” ujar Rositah.
Demikianlah kronologi Nus Kei tewas ditikam di bandara. (*)
Artikel Asli




