HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Baru dua bulan bekerja, seorang perempuan berinisial AD (25) justru harus menelan pengalaman pahit yang membekas.
Harapan mencari nafkah berubah menjadi trauma, setelah ia diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh atasannya sendiri di lingkungan rumah sakit tempatnya bekerja
Pelaku berinisial IRF, yang merupakan eks pengawas petugas kebersihan (cleaning service) di PT Cipta Sarana Klin, kini telah diamankan aparat penegak hukum.
Kasus ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, membenarkan bahwa pelaku telah ditahan.”Iya benar, informasi dari Panit PPA pelaku sudah dilakukan penahanan sejak kemarin,” ujar Wahid, Rabu 22 April 2026.
Peristiwa tersebut terjadi salah satu di RSUP di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, kawasan Center Point of Indonesia (CPI).
AD sendiri telah melaporkan kejadian itu sejak 7 Februari 2026 dengan nomor laporan LP/B/305/II/2026/SPKT/Polrestabes Makassar/Polda Sulawesi Selatan.
Dalam laporannya, AD mengaku mengalami pelecehan sebanyak dua kali. Kejadian pertama terjadi di lantai 11 saat ia tengah membersihkan toilet.
Tanpa diduga, pelaku masuk ke dalam ruangan dan siku tangannya menyentuh bagian dada korban. Usai kejadian, pelaku sempat meminta maaf.Namun peristiwa kedua yang terjadi di lantai 9 menjadi titik paling mencekam.
Area tersebut diketahui tidak terpantau kamera pengawas (CCTV) yang kemudian diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.”Saya dikasih turun di lantai 9, untuk membersihkan toilet, lalu dia datang dengan memeluk saya dari belakang, meraba dan memegang perut dan (dada) saya,” jelas AD.
“Saat itu saya bilang sama dia, mentang-mentang saya janda, kamu perlakukan saya begitu,” tambah AD.
Dalam kondisi ketakutan, AD mengaku sempat ingin berteriak, namun mengurungkan niatnya karena takut mendapat kekerasan dari pelaku.
“Saya takut sekali, sebenarnya saya mau berteriak cuma takut dipukul sama dia, sempat kutanya juga nanti saya tanya bunda Ma’si, pengawas juga, justru dia bilang, palingan kamu yang dikasih keluar,” sesalnya.
Tak berhenti di situ, pelaku kembali mengulangi perbuatannya dan memegang dada korban, bahkan IRF melontarkan ucapan yang dinilai sangat merendahkan AD”Ini asli atau spon,” kata korban menirukan ucapan IRF.
Mendengar hal itu, AD akhirnya memberontak dan memilih melarikan diri dari lokasi kejadian.Korban juga mengungkapkan bahwa dirinya bukan satu-satunya yang diduga menjadi sasaran perilaku serupa.
Ia menyebut seorang rekan kerjanya berinisial WT juga pernah mengalami perlakuan tidak pantas dari pelaku.”Temanku juga senior, pernah dipegang pantatnya, sampai-sampai, suaminya itu marah kepada IRF,” bebernya.
Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut. IRF pun telah ditahan di Mapolrestabes Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (map)





