KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pekalongan

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi, hingga pegawai Pemerintah Kabupaten Pekalongan dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa hari ini, Rabu (22/4), tim penyidik memanggil Riswadi sebagai saksi untuk tersangka Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. "Pemeriksaan dilakukan di Polres Pekalongan Kota," kata Budi.

BACA JUGA: KPK Larang Kepala Dinas di Tulungagung ke Luar Kota, Nah Loh

Selain itu, kata Budi, tim penyidik juga memanggil sembilan orang saksi lainnya, yakni Suherman selaku Kabag Umum Setda Pemkab Pekalongan, Zaki Mubarok selaku PPK RSUD Kajen, Dwi Harto selaku PPK RSUD Kajen, Abdul Aziz sebagai Kabag Keuangan RSUD Kraton, Elly Yus selaku PPK RSUD Kesesi. Selanjutnya, Ryan Ardanaputra selaku Direktur RSUD Kesesi, Dwi Yartanto selaku PPK RSUD Kraton, Pujo Pramudianto selaku PPTK Dinas Perkim Pemkab Pekalongan, dan Mores Irsonubela selaku Sekdis Porapar.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan pada 2-3 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan 14 orang dari sejumlah lokasi di Pekalongan dan Semarang yang terdiri dari pejabat pemerintah daerah, staf bupati, hingga pihak swasta.

BACA JUGA: KPK Ungkap Korupsi Kini Libatkan Circle Terdekat

Setelah pemeriksaan intensif, KPK meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan dan menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni Fadia Arafiq selaku Bupati Pekalongan. Fadia juga langsung ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK pada Rabu, 4 Maret 2026.

Perkara ini bermula dari pendirian perusahaan PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) oleh keluarga bupati. Perusahaan tersebut didirikan suami Fadia, Mukhtaruddin Ashraff Abu yang merupakan anggota DPR periode 2024-2029, bersama anaknya, Muhammad Sabiq Ashraff yang juga menjabat anggota DPRD Pekalongan.

BACA JUGA: Staf PBNU Ini Mangkir dari Panggilan KPK terkait Korupsi Kuota Haji

Dalam struktur perusahaan, Ashraff tercatat sebagai komisaris, sementara Sabiq menjabat direktur pada periode 2022-2024. Pada 2024, posisi direktur kemudian digantikan oleh Rul Bayatun yang merupakan pegawai sekaligus orang kepercayaan bupati. KPK menduga Fadia merupakan penerima manfaat atau beneficial ownership dari perusahaan tersebut.

Sejak berdiri, PT RNB aktif mengikuti proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan, khususnya pengadaan jasa outsourcing di berbagai perangkat daerah. Dalam proses pengadaan itu, Fadia diduga melakukan intervensi melalui anaknya dan orang kepercayaannya agar PT RNB memenangkan proyek pengadaan jasa outsourcing di sejumlah dinas, kecamatan, hingga rumah sakit daerah di Kabupaten Pekalongan. Perangkat daerah yang akan melakukan pengadaan juga diduga diminta menyerahkan dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS) kepada perusahaan tersebut sebelum proses pengadaan dimulai, sehingga PT RNB dapat menyesuaikan nilai penawaran mendekati angka HPS.

Sepanjang 2025, perusahaan itu tercatat mendominasi proyek dengan mengerjakan pengadaan jasa outsourcing di 17 perangkat daerah, tiga rumah sakit umum daerah, serta satu kecamatan. Selama periode 2023-2026, transaksi yang masuk ke PT RNB dari kontrak dengan perangkat daerah Pemkab Pekalongan mencapai sekitar Rp46 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp22 miliar digunakan untuk pembayaran gaji tenaga outsourcing. Sementara sisanya sekitar Rp19 miliar atau sekitar 40 persen dari total transaksi diduga dinikmati keluarga bupati dan pihak terkait.

Dalam pembagian tersebut, Fadia disebut menerima sekitar Rp5,5 miliar, Ashraff sekitar Rp1,1 miliar, Rul sekitar Rp2,3 miliar, Sabiq sekitar Rp4,6 miliar, serta anak bupati lainnya Mehnaz Na sekitar Rp2,5 miliar. Selain itu, juga tercatat adanya penarikan tunai sekitar Rp3 miliar dari dana perusahaan tersebut. Pengaturan distribusi dana tersebut diduga dilakukan melalui komunikasi dalam grup WhatsApp bernama "Belanja RSUD" yang berisi sejumlah staf dan orang kepercayaan bupati. Dalam grup tersebut, setiap pengambilan uang untuk bupati dilaporkan dan didokumentasikan oleh staf yang terlibat. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pekantoran Pemkab Tulungagung Diobok-obok KPK, Ditemukan Uang Sebanyak Ini


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khoirudin Dicopot, DPRD Jakarta Jadwalkan Rapat Paripurna Pergantian Ketua Pekan Depan
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah klaim minat investasi tetap tinggi di tengah konflik global
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Terpopuler: Perpanjang STNK Tanpa KTP, Mobilio Menghilang, Mobil Nasional Siap Lahir di Karawang
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Wall Street Melemah, Perang Iran Masih Tekan Sentimen Pasar
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Tiba-Tiba Empat Mata dengan Luhut, Ini yang Dibahas
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.