TABLOIDBINTANG.COM - Presenter Taiwan Dee Hsu mengungkapkan penyesalannya terhadap sang kakak, mendiang aktris Barbie Hsu, dalam acara bincang-bincangnya Dee Girls Talk yang tayang pada Senin (20/4).
Dalam perbincangan dengan sahabat lamanya, Kevin Tsai, Dee (47) mengaku dirinya yang pertama kali menggagas perjalanan ke Jepang pada 2025—perjalanan yang kemudian berujung duka setelah Barbie terserang flu dan meninggal dunia.
“Biasanya Barbie akan bilang lelah dan tidak ingin pergi. Tapi kali ini, dia justru bersikeras kita harus pergi,” kenang Dee.
Ia juga mengungkapkan bahwa sang ibu sempat menolak rencana tersebut karena bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, di mana harga tiket pesawat lebih mahal dan tempat wisata lebih ramai. Meski begitu, Dee, Barbie, serta kakak tertua mereka, Shi-hsien, tetap memutuskan berangkat demi menghabiskan waktu bersama, apalagi saat itu anak-anak mereka juga bisa ikut bepergian.
“Saya yang pertama kali mengusulkan perjalanan itu. Jadi setiap kali kami merindukan Barbie dan membicarakannya, saya selalu bilang ke ibu, ‘Semua ini karena saya yang memaksa pergi waktu itu,’” ujar Dee.
Menurutnya, sang ibu kerap mengingatkan agar ia tidak menyalahkan diri sendiri karena hal itu hanya akan mempersulit proses move on. Namun Dee mengaku tetap dihantui pertanyaan, “Kenapa saya tidak mendengarkan ibu waktu itu?”
Barbie Hsu meninggal dunia pada 2 Februari 2025 akibat pneumonia di usia 48 tahun saat berlibur di Jepang. Jenazahnya dikremasi di sana sebelum abunya dipulangkan ke Taiwan pada 5 Februari.
Dikenal lewat drama populer seperti Meteor Garden dan Corner with Love, Barbie kini dimakamkan di Chin Pao San Cemetery. Ia meninggalkan suami, penyanyi sekaligus DJ asal Korea Selatan Koo Jun-yup, serta dua anak dari pernikahannya sebelumnya dengan Wang Xiaofei.
Dalam kesempatan yang sama, Dee juga mengaku belum bisa sepenuhnya berduka secara pribadi karena harus mengurus ibunya dan keluarga, termasuk suaminya yang seorang pebisnis serta putri bungsunya, Alice.
Ia bahkan sempat melampiaskan kesedihan dengan minum alkohol hingga membuat putrinya ketakutan.
“Saya sadar tidak bisa menunjukkan perilaku seperti itu di depan anak saya, karena itu akan membuatnya takut. Dia butuh saya dalam kondisi baik, jadi saya harus menahan emosi,” ungkap Dee.
Untuk mengatasi duka, Dee kini mencoba mengalihkan perhatian dengan menonton drama dan mencari aktivitas yang bisa membuatnya fokus. Meski demikian, ia mengakui sempat berharap bisa terus tidur agar tidak perlu menghadapi kenyataan.
“Saat itu saya berharap bisa terus tidur… saya tidak ingin bangun dan menghadapi dunia,” tutupnya.



