Jakarta, VIVA – Para menteri luar negeri dari negara-negara Arab menuntut Iran membayar ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan dari serangan Iran terhadap negara-negara Arab hingga penutupan Selat Hormuz.
Desakan tersebut muncul dalam resolusi yang disahkan selama pertemuan darurat Liga Arab yang diadakan melalui konferensi video di bawah kepemimpinan Bahrain.
Resolusi tersebut menyatakan bahwa Iran memikul tanggung jawab internasional penuh atas serangan yang menargetkan Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait, dan Irak.
Iran pun dinilai berkewajiban memberikan ganti rugi penuh atas semua kerugian dan kerusakan yang diakibatkan berdasarkan hukum internasional.
Resolusi tersebut juga mengutuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan ancaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan prinsip kebebasan navigasi.
Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif Al Zayani mengatakan tindakan Iran mengganggu lalu lintas maritim, mengancam keamanan energi, pasokan makanan dan obat-obatan, dan merugikan perdagangan global dan ekonomi dunia.
Dia mengatakan Teheran juga harus bertanggung jawab atas konsekuensi penutupan Selat Hormuz untuk navigasi internasional.
Awal bulan ini, Iran menuntut kompensasi dari Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania, dengan klaim negara-negara tersebut telah ikut serta dalam perang melawan Teheran.
Permusuhan di kawasan itu meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai tanggapan, Teheran melakukan serangan balasan terhadap Israel dan negara-negara regional lainnya yang menampung aset AS.
Pada 11 April, Pakistan menjadi tuan rumah putaran pertama pembicaraan perdamaian setelah menengahi gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April.
Dengan perpanjangan gencatan senjata pada Selasa, upaya untuk mengadakan putaran kedua terus berlanjut. (Ant)
Sumber: Anadolu





