EtIndonesia. Di tengah kemungkinan perubahan dalam perundingan AS-Iran, warga Iran di luar negeri terus menyuarakan aspirasi mereka. Pada 19 April 2026, banyak warga Iran menggelar aksi di Manhattan, berharap Iran dapat memperoleh kebebasan dalam waktu dekat.
Pada hari itu, sejumlah besar warga Iran berkumpul di Madison Avenue, Manhattan, untuk mengadakan parade Hari Persia. Jalanan dipenuhi bendera bergambar singa dan matahari, simbol sejarah dan budaya Iran. Selain itu, terlihat pula bendera Amerika Serikat serta foto Presiden Donald Trump.
Warga Iran di AS mengatakan: “Kami berharap Iran bisa segera mendapatkan kebebasan.”
“Kami adalah bagian dari komunitas Iran di New York. Kami berkumpul di sini untuk menyuarakan rakyat Iran di dalam negeri. Kami mendukung pemimpin kami—Reza Pahlavi—sebagai pilihan masa depan Iran.”
“Kami menginginkan masa depan yang lebih baik, tanpa Republik Islam. Mengakhiri Republik Islam. Kami berharap jutaan warga Iran bisa kembali ke tanah air setelah 47 tahun.”
Di lokasi aksi juga terlihat sebuah kendaraan yang dipenuhi foto-foto, yang masing-masing merupakan warga Iran yang disebut tewas di tangan rezim teokratis Iran.
Sementara itu, di tengah persiapan perundingan AS-Iran, penindasan terhadap rakyat di dalam negeri Iran masih berlanjut. Pada 20 April, otoritas peradilan Iran menyatakan bahwa dua pria yang dituduh terkait dengan badan intelijen Israel telah dijatuhi hukuman mati.
Sejak serangan udara gabungan AS dan Israel pada Februari lalu, Iran telah beberapa kali melaksanakan eksekusi publik.
NTD Asia Pacific Television, Chen Huimo dan Qiu Chunrong melaporkan.





