Menlu Jelaskan Overflight Access: Jangan Dipresepsikan Ancaman Kedaulatan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan isu blanket overflight yang ramai dibicarakan publik. Menurutnya, yang berkembang di masyarakat kurang tepat. Ia menyebutnya sebagai overflight access.

"Saya kira terminologinya harus diluruskan, ya. Itu bukan blanket overflight, itu overflight access," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4).

Sugiono lalu menegaskan, masyarakat tak perlu khawatir dengan akses ruang udara ini. Hal tersebut bukan berarti Indonesia serta-merta berpihak ke salah satu kubu, lalu terseret langsung dalam konflik global.

"Jadi gini, saya sampaikan juga bahwa pemerintah ini dilantik, dipilih oleh rakyat, kemudian disumpah untuk menjalankan konstitusi dan semua Undang-Undang. Yang intinya adalah bahwa satu, pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Ada aspek kedaulatan di situ, kemudian meningkatkan kesejahteraan umum di situ. Jadi, saya tidak melihat urusannya sama menyeret Indonesia ke dalam konflik global," jelasnya.

Terkait overflight access, hal itu masih dalam tahap mekanisme prosedur yang berlaku di Indonesia. Sugiono menjamin, pemerintah tetap mengedepankan kepentingan nasional di balik diskusi dengan Amerika Serikat.

"Karena satu, ini kalau berbicara mengenai overflight access merupakan satu intens ya, yang disampaikan oleh pihak Amerika, yang kemudian juga kan akan melewati proses dan mekanisme pembahasan. Mekanismenya seperti apa dan sebagainya-sebagainya itu di Indonesia. Dan saya kira kedaulatan, kepentingan nasional itu juga pasti akan menjadi sesuatu yang utama. Itu satu," tuturnya.

Hal ini juga bukan hal baru dalam hubungan internasional Indonesia, asal tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

"Yang kedua, sebagai negara yang memiliki tradisi dan politik luar negeri bebas aktif, ya, perjanjian serupa itu juga kalau misalnya dilakukan dengan negara-negara lain, ya enggak ada masalah, kan gitu. Mekanismenya seperti apa, implementasinya seperti apa," kata dia.

Ia pun mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan negatif terhadap isu tersebut.

"Jadi jangan kemudian dipersepsikan sebagai sesuatu yang menyeret Indonesia dan apa, mengancam kedaulatan. Dengan situasi dunia yang seperti ini, ya, Indonesia mau tidak mau akan terdampak apa pun yang terjadi di dunia ini," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakistan Harap Ada Kesepakatan Damai Usai Trump Perpanjang Gencatan Senjata
• 12 jam laludetik.com
thumb
Viral, Video Ribuan Massa Kepung Kantor Gubernur dan DPRD, Berikut Tuntutan Massa
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Waka MPR Sebut UU PPRT Mampu Lindungi Pekerja Rumah Tangga
• 16 jam laludetik.com
thumb
Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
DPW NasDem Jatim Gelar Halalbihalal, Momentum Perkuat Soliditas Partai
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.