Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memanfaatkan momen Hari Bumi dengan melakukan sejumlah aktivitas untuk menjaga ekosistem laut Indonesia.
Aksi nyata ini diwujudkan melalui penanaman 3.000 bibit mangrove, penanaman 1.000 bibit Lamun (Seagrass), penanaman 750 transplantasi fragmen terumbu karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, (17/4/2026). Kegiatan ini berkolaborasi dengan Taman Nasional Kepulauan Seribu, masyarakat Pulau Pramuka dan komunitas SEAsoldier.
Pulau Pramuka sendiri menjadi pilihan lokasi karena merupakan bagian dari Kepulauan Seribu, yang masuk dalam MPA (Marine Protected Area) dan bersinergi dengan program pemerintah seperti PMN (Peta Mangrove Nasional).
Saat ini kondisi perairan, lahan mangrove, lamun dan terumbu karang di lokasi tersebut mengalami penurunan kualitas, padahal Kepulauan Seribu memiliki peran yang vital sebagai potensi besar ekowisata, juga penopang ekonomi biru.
Manager CSR Pertamina Roby Hervindo mengatakan Pertamina memiliki tiga pilar khusus yang diamanahkan untuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, yaitu Pilar Ekonomi, Pilar Lingkungan dan Pilar Sosial.
“Kegiatan ini masuk ke dalam kategori pilar lingkungan, upaya ini menjadi perhatian kami semua untuk terus berupaya menjadikan lingkungan lebih baik, sekaligus memitigasi kondisi lingkungan, disertai dengan melakukan aktivitas pemberdayaan masyarakat sekitar”, ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga
- Cinta Lingkungan, Pembibitan Mangrove MSB Perkuat Ekosistem Pesisir Siak
- 24 Hektare Mangrove Pangkep Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi, Area Pencadangan 83 Hektare
- BNI Dorong Pemulihan Lingkungan Lewat Rehabilitasi Mangrove di Banyuwangi
Pada momen kali ini, setidaknya ada 3.000 bibit mangrove yang ditanam ditambah penanaman 1.000 bibit Lamun (Seagrass), penanaman 750 transplantasi fragmen terumbu karang. Pada kesempatan yang sama, perwakilan SEAsoldier, Dinni Septianingrum, mengapresiasi keterlibatan Pertamina Patra Niaga, yang telah berperan nyata, melestarikan ekosistem laut.
Selain itu, lanjutnya, Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak laut, dengan semakin luas dan banyaknya laut di Indonesia dan ekosistemnya yang bisa dilestarikan, maka potensi karbon biru, bisa sangat tinggi. Karbon biru mengacu pada karbon yang diserap, disimpan, dan dilepaskan oleh ekosistem pesisir dan laut.
“Upaya ini adalah langkah yang sangat penting dan memastikan apa yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi laut, lingkungan, dan masyarakat”, tambahnya.
Di sisi lain, perwakilan masyarakat lokal, Sahbudin, juga mendukung tiga kegiatan pilar konservasi sistem penyangga kehidupan, melalui pengawetan sumber daya alam hayati beserta ekosistem, pemanfaatan sumber daya hayati, dan pemberdayaan masyarakat.
“Di masa depan kami memiliki pilar pemulihan ekosistem. Besar harapan kami semua pihak juga bisa ikut mendukung dan juga berperan aktif”, harapnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V.Dumatubun menegaskan bahwa program ini turut mendukung konservasi ekosistem pesisir, dan pemberdayaan masyarakat lokal untuk mencegah abrasi serta menyerap karbon.
“Ketiga biota laut ini merupakan aset alam yang tak ternilai harganya. Peranannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi pantai, menyediakan habitat bagi berbagai biota, serta kontribusinya dalam mitigasi perubahan iklim menjadikannya sangat penting untuk dilestarikan”, ujarnya
Ia menambahkan program lingkungan merupakan langkah dan wujud nyata Pertamina Patra Niaga dalam mendukung Konservasi keanekaragaman hayati dengan menjaga Flora dan Fauna di Indonesia serta dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan.





