Musim ibadah haji telah tiba. Jemaah Indonesia mulai berdatangan ke Arab Saudi melalui Bandara Prince Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah.
Pada Rabu (22/4) kelompok terbang (kloter) pertama asal Indonesia terpantau telah mendarat dengan selamat. Penerbangan perdana ini membawa rombongan jemaah dari Kloter 1 Embarkasi Yogyakarta (YIA 1) dan Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 1).
Pantauan kumparan di lokasi, rombongan pertama yang menyentuh landasan bandara Madinah adalah jemaah dari Embarkasi Yogyakarta.
Menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan GA6501, rombongan tersebut mendarat pada pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS), sedikit bergeser dari jadwal semula yakni pukul 06.15 WAS.
Disusun kedatangan dari Kloter Embarkasi Jakarta beberapa menit kemudian.
Kloter YIA 1 ini membawa total 360 orang, yang terdiri dari 157 laki-laki dan 203 perempuan. Dari total tersebut, sebanyak 356 orang adalah jemaah haji, di mana 116 di antaranya merupakan kategori lanjut usia atau lansia, sementara sisanya adalah petugas pendamping.
Sementara dari Kloter JKG 1, ada total 389 penumpang.
Setibanya di Madinah, para jemaah akan langsung ditempatkan di sejumlah hotel di Madinah, dekat dengan Masjid Nabawi.
Para jemaah ini sudah lama menunggu keberangkatan ke Saudi. Bahkan ada yang sampai 14 tahun.
Salah satunya adalah Supomo Sentikno Sentono (66), jemaah asal Yogyakarta. Ia tidak henti-hentinya mengucap syukur karena akhirnya bisa menginjakkan kaki di Kota Madinah setelah menanti belasan tahun.
"Alhamdulillah setelah 14 tahun menunggu bisa naik haji. Alhamdulillah saya akan haji bersama dengan anak dan istri," tutur Supomo yang telah mendaftar haji sejak tahun 2012 silam.
Kloter Jakarta (JKG 1) Nikmati Layanan Fast TrackSementara itu, kloter JKG 1 tercatat membawa 389 jemaah. Berbeda dengan jemaah Yogyakarta, jemaah asal JKG 1 mendarat dan masuk melalui jalur Fast Track (Makkah Route). Fasilitas ini memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sepenuhnya saat jemaah masih berada di Indonesia.
Dampaknya, waktu tunggu di bandara Madinah dapat dipangkas secara signifikan. Jemaah yang tiba bisa langsung berjalan keluar terminal dan langsung menaiki bus yang mengantarkan mereka ke hotel masing-masing tanpa perlu antre panjang untuk pemeriksaan dokumen.





