Ketahuan Pasang Alat di Telinga, Peserta UTBK-SNBT Undip Didiskualifikasi

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, kedapatan memasang alat berbahan dasar metal di telinganya saat diperiksa sebelum ujian, Selasa (21/4/2026). Peserta itu pun didiskualifikasi dan diserahkan ke kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa itu terungkap saat seorang peserta ujian diperiksa dengan alat pendeteksi metal atau metal detector. Saat petugas tengah melakukan pemeriksaan di bagian kepala, alat itu berbunyi. Petugas lantas membawa peserta berjenis kelamin perempuan itu untuk diperiksa lebih lanjut oleh petugas perempuan.

Dalam pemeriksaan, ditemukan benda kecil berbahan metal di dalam kedua telinga peserta itu. Karena khawatir berisiko jika mengambil alat itu tanpa alat bantu yang sesuai, panitia lalu membawa peserta itu ke klinik khusus Telinga, Hidung dan Tenggorokan di Rumah Sakit Nasional Diponegoro. Di tempat itu, alat tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan.

Baca JugaHari Pertama UTBK, Ditemukan 7 Kecurangan  di Sulawesi dan Jawa

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip Heru Susanto mengatakan, pihaknya belum tahu pasti nama alat itu maupun kegunaannya. Sebab, peserta yang bersangkutan menolak memberikan informasi mengenai hal itu kepada panitia. Kendati demikian, ia menduga bahwa alat itu digunakan untuk membantu pengerjaan UTBK oleh pihak luar.

“Alat itu sengaja dipasang dan itu sudah cukup bagi kami. Kemudian, kami klarifikasi kepada yang bersangkutan (peserta), setelah beberapa proses, akhirnya memang mengakui bahwa itu sengaja dipasang untuk (membantu proses) ujian,” kata Heru.

Heru menyebut, pihaknya sudah melakukan verifikasi dan pencatatan data terkait peserta tersebut. Dari hasil verifikasi, peserta yang tertangkap memasang alat khusus di telinga itu merupakan peserta asli. Peserta itu hendak mendaftar pada jurusan Kedokteran Gigi.

Baca JugaSindikat Kecurangan UTBK di Unsulbar Terbongkar, Gunakan Ponsel Jadul dan Identitas Palsu

Usai didata, panitia UTBK-SNBT Undip langsung membuat berita acara, kemudian melaporkan kejadian itu ke panitia UTBK-SNBT pusat. Kemudian, peserta yang bersangkutan langsung diserahkan ke Kepolisian Sektor Tembalang untuk penanganan selanjutnya.

“Oleh karena prosesnya cukup panjang, akhirnya tidak memungkinkan bagi yang bersangkutan untuk mengikuti ujian. Karena dugaan kecurangan ini juga kami temukan sebelum proses pelaksanaan ujian dan itu terkonfirmasi betul, maka kemudian secara otomatis yang bersangkutan kami diskualifikasi,” ucap Heru.

Berkaca dari peristiwa itu, Heru mengimbau para panitia UTBK-SNBT Undip untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran atau kecurangan. Seluruh panitia diminta selalu menjalankan prosedur operasional standar yang telah ditentukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Kemudian, saya juga ingin menghimbau, mengajak para pendaftar, para calon peserta ujian, yakinlah pada diri kalian sendiri. Tidak perlu menggunakan cara-cara yang seperti ini. Jadi saya betul-betul berharap mereka mempertimbangkan betul-betul untuk tidak menggunakan cara-cara yang tidak baik,” ujarnya.

Baca JugaDugaan Perjokian Muncul dalam UTBK-SNBT di Surabaya

Direktur Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip Nurul Hasfi mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT berjalan secara tertib, adil, dan transparan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan prosedur pemeriksaan menggunakan pendeteksi metal sebelum peserta memasuki ruangan untuk mencegah potensi kecurangan serta menjaga integritas proses seleksi.

Di samping itu, sistem pelaksanaan tes juga terus diperbarui dan ditingkatkan oleh panitia pusat UTBK-SNBT secara nasional. Pembaruan itu mencakup penguatan sistem keamanan, peningkatan stabilitas platform ujian, serta pengawasan yang lebih ketat selama pelaksanaan tes berlangsung.

Nurul menyebut, Undip sebagai pelaksana di daerah mengikuti seluruh standar dan protokol yang telah ditetapkan oleh panitia pusat guna menjamin kualitas dan kredibilitas hasil UTBK-SNBT.

“Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dalam suasana yang kondusif, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing secara obyektif,” kata Nurul.

Di Pusat UTBK-SNBT Undip, jumlah pendaftar yang akan mengikuti ujian tercatat sebanyak 23.933 peserta. Untuk mendukung pelaksanaan ujian tersebut, Undip menyiapkan lebih dari 1.400 unit komputer serta ruang ujian, tersebar di berbagai gedung di Kampus Tembalang dan Kampus Pleburan.

Karena dugaan kecurangan ini juga kami temukan sebelum proses pelaksanaan ujian dan itu terkonfirmasi betul, maka kemudian secara otomatis yang bersangkutan kami diskualifikasi

Rektor Undip Suharnomo mengatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan agar seluruh rangkaian pelaksanaan ujian yang berlangsung pada 21-29 April 2026 tersebut dapat berlangsung tertib, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi para peserta.

“Undip berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dalam pelaksanaan UTBK-SNBT 2026. Kami ingin setiap peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman, tertib, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ucap Suharnomo.

Baca JugaKecurangan Peserta UTBK Makin Canggih, dari Kamera di Behel hingga ”Remote Desktop”

Komitmen tersebut juga disebut Suharnomo diwujudkan melalui perhatian terhadap aspek inklusifitas. Pada pelaksanaan UTBK tahun ini, terdapat 6 peserta disabilitas yang terdiri atas peserta tuna daksa dan tuna rungu. Undip disebut telah menyiapkan dukungan dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan lebih optimal.

Menurut Suharnomo, antusiasme calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Undip cukup tinggi, terutama pada sejumlah program studi. Program Studi Sarjana Hukum menjadi salah satu pilihan yang paling banyak diminati dengan 4.685 pendaftar, sementara Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan tercatat diminati oleh 3.782 pendaftar. Pada jalur SNBT tahun ini, Undip menawarkan 58 program studi sarjana dan 11 program sarjana terapan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kampus Seribu Jendela: Jejak Arsitektur dan Filosofi Universitas Sanata Dharma
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
DPN Peradi: Belum Ada Urgensi Untuk Revisi UU Advokat
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Kementerian PU Tuntaskan SPPG Makan Bergizi Gratis di PLBN Wini dan Motamasin NTT
• 9 jam lalumatamata.com
thumb
Tembok Kamar Mandi Roboh Tewaskan Penghuni di Jakut Sudah Retak dan Rapuh
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Perjalanan 22 Tahun RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Akhirnya Jadi UU
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.