Dengan sistem backwash, Hotel di Jogja Ini Pangkas Konsumsi Air Hingga 45 Persen

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Efisiensi di industri perhotelan sering kali terdengar sebagai konsep besar. Namun di THE 1O1 Yogyakarta Tugu, perubahan justru dimulai dari hal paling mendasar: keran air.

Dalam lima tahun terakhir, hotel bintang 4 ini berhasil menekan penggunaan air hingga 45 persen. Capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah teknis yang diterapkan secara konsisten di seluruh operasional.

“Semula kita tidak mengarah kepada bahwa ini adalah sesuatu green, tapi kita bicara adalah efisien,” kata General Manager THE 1O1 Yogyakarta Tugu, Wahyu Wikan Trispratiwi, Senin (6/4).

Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan hotel dalam menjalankan efisiensi operasional. Langkah-langkah yang dilakukan berangkat dari kebutuhan sehari-hari, kemudian berkembang menjadi sistem yang lebih terstruktur.

Salah satu upaya yang diterapkan adalah pemasangan regulator pada setiap keran untuk mengontrol debit air tanpa mengurangi kenyamanan tamu. Selain itu, hotel juga mengoperasikan sistem backwash untuk menyaring air kolam dan air tanah.

Air yang telah melalui proses penyaringan namun tidak dapat digunakan kembali untuk fungsi awal dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti penyiraman tanaman dan pencucian peralatan operasional.

“Nah, air yang tidak bisa digunakan itu karena mungkin sudah terlalu kotor sehingga tidak mungkin kembali lagi ke kolam. Itu kita lakukan pencucian lagi dan kita gunakan untuk kepentingan penyiraman tanaman, pencucian untuk alat-alat,” ujar Wikan.

Selain pengelolaan air, efisiensi juga diterapkan pada penggunaan energi. Hotel dengan 150 kamar ini mencatat penurunan konsumsi energi rata-rata sekitar 2 persen setiap tahunnya.

Upaya tersebut dijalankan melalui perubahan kebiasaan kerja, dengan melibatkan seluruh karyawan untuk memastikan lampu dan pendingin ruangan dimatikan saat area tidak digunakan.

“Dimulai dari hal yang sederhana mendapatkan dampak yang luar biasa untuk memberikan lingkungan terbaik ataupun bagaimana kita melakukan menghemat energi secara baik ya,” lanjut Wikan.

Konsistensi dalam penerapan efisiensi tersebut mengantarkan hotel ini meraih penghargaan Silver Winner kategori Sustainable Hotel Bintang 4 dalam ajang Wonderful Indonesia Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Sebelumnya, pada 2017, hotel ini juga memperoleh sertifikasi EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies), yang menilai efisiensi dalam penggunaan energi, air, dan material bangunan.

Dalam industri perhotelan, energi merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar setelah tenaga kerja. Penurunan konsumsi energi dan air berkontribusi pada efisiensi biaya sekaligus pengelolaan sumber daya yang lebih terkendali.

“Ketika kita sudah mendapatkan sertifikat, sudah mendapatkan award, itu yang justru penting adalah bagaimana kita melakukan action. Tidak hanya memajang certificate ataupun plakat itu di dinding ataupun di depan hotel, tidak. Tapi bagaimana tindakan itu bisa dilakukan terus-menerus untuk menjaga alam ini,” tegas Wikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag: Isu Pemerintah Kelola Uang Kas Masjid Sengaja Dibuat untuk Kegaduhan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka, seperti di Selat Hormuz
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ladalle Sisihkan Recehan Sejak 1980 demi Panggilan Haji
• 23 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Prajogo Pangestu Kembali Lepas 57 Juta Saham CUAN demi Tambah Porsi Free Float
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Libatkan 120 Seniman, 800 Tiket Pesta Rebon di TBY Jogja Ludes dalam 2 Jam
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.