Jember, ERANASIONAL.COM – Pemahaman siswa tentang golongan darah semakin berkembang setelah mengikuti kegiatan edukasi yang digagas IKA 83 SMAN 1 Jember. Abigail bersama rekan-rekan PMR menyadari bahwa tidak semua golongan darah sama, terutama terkait rhesus negatif yang hanya dimiliki sekitar 1% penduduk Indonesia.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi alumni dengan komunitas KERHEN (Keluarga Rhesus Negatif) Jawa Timur. Selain penyuluhan, kegiatan juga dirangkai dengan donor darah massal yang melibatkan ARMED, Brigif, dan Yonif 509 guna memperkuat stok darah di daerah.
Ketua IKA SMA 1 Jember Angkatan 83, Mustafida, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap rhesus darah.
“Kami ingin masyarakat memahami pentingnya mengetahui rhesus darah masing-masing, apalagi rhesus negatif tergolong langka,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi sejak dini memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian generasi muda.
“Edukasi di bangku sekolah diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi pendonor baru,” tambah Mustafida.
Sementara itu, Abigail mengaku memperoleh wawasan baru dari kegiatan tersebut, terutama terkait kelangkaan rhesus negatif.
“Saya baru memahami bahwa rhesus negatif sangat jarang, sehingga pengalaman ini menambah pengetahuan saya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang diterimanya selama ini tidak sepenuhnya tepat.
“Edukasi ini membantu meluruskan informasi keliru yang sebelumnya saya terima,” ungkap Abigail.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan medis, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah. Kolaborasi antara alumni dan komunitas dinilai efektif dalam membangun kesiapsiagaan kesehatan di lingkungan sekolah.





