STY Ungkap Perbedaan Mencolok Pemain Timnas Indonesia Era 2020 dan 2024

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenenews.com - Setelah berpisah dengan Timnas Indonesia pada awal 2025, Shin Tae-yong masih menjadi sorotan berkat kontribusi besar yang ia tinggalkan untuk skuad Garuda.

Salah satu kebijakan paling kontroversial namun berdampak signifikan adalah “potong generasi”, yang kemudian menjadi awal munculnya banyak pemain muda berbakat di Timnas Indonesia.

Kebijakan tersebut dianggap sebagai titik balik lahirnya generasi baru yang kini tampil di berbagai ajang internasional, seperti Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia.

Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong
Sumber :
  • Antara

Beberapa nama seperti Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan menjadi bagian dari hasil proses regenerasi tersebut.

Melalui penjelasan penerjemahnya, Jeje, terungkap alasan di balik keputusan tegas Shin Tae-yong tersebut.

Saat pertama kali menangani Timnas Indonesia, ia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi para pemain.

“Begitu Coach Shin datang di awal generasi itu memang, banyak pemain yang tidak mengikuti peraturan, tidak patuh dengan peraturan, dan juga malas-malasan di lapangan, banyak berbohong juga,” ungkap Jeje, dikutip dari kanal YouTube Mansion Sports FC.

Menurut Jeje, kondisi tersebut menjadi hambatan besar dalam membangun tim yang disiplin.

“Jadi, kalau begini tidak akan bisa menjadi tim yang disiplin. Jadi akhirnya Coach Shin ambil keputusan seperti itu,” lanjutnya.

Masalah kedisiplinan ini juga terlihat sejak awal pemusatan latihan, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga pola makan para pemain.

Intensitas latihan yang tinggi membuat sebagian pemain kesulitan beradaptasi dan tidak sepenuhnya jujur dalam menjalani program yang diberikan.

“Mereka juga sering berbohong juga karena porsi latihannya banyak, dan banyak juga yang tidak disiplin. Kalau begini tidak akan bisa berkembang menurut Coach Shin Tae-yong, akhirnya Coach Shin ambil keputusan untuk potong generasi, mau nggak mau,” jelas Jeje.

Selain itu, Host juga menanyakan perbedaan mencolok dari sisi fisik pemain Timnas Indonesia antara tahun 2020 dan 2024, terutama setelah Shin Tae-yong resmi tidak lagi melatih.

“(Perbedaan) fisiknya mungkin jauh, satu mungkin di langit, satu di tanah. Di awal-awal memang banyak pemain yang tidak weight training, dan juga nggak tahu core training,” ungkap Jeje menerjemahkan pernyataan STY.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unnes Rugi Rp 35 Juta Usai 13 Demung Gamelan Dicuri, Ini Tampang Pelaku
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Nenek 80 Tahun di Yogya Tewas Tertabrak Motor Saat Sedang Nyeberang
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Puting Beliung Muncul di Selat Madura, BMKG: Fenomena Waterspout Pancaroba
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
DPR dan Polri Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Rekayasa Hukum Rahmadi
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Polda Sumsel-SKK Migas Sinergi Percepat Legalisasi Sumur Minyak Rakyat
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.