EtIndonesia. Di tengah blokade ketat oleh militer AS, sebuah kapal dagang berbendera Iran yang berangkat dari pelabuhan di Tiongkok dilaporkan mencoba menerobos garis blokade. Militer AS kemudian menembak ruang mesin kapal hingga lumpuh, sebelum naik ke kapal dan menyitanya.
Pada saat yang sama, Wakil Presiden J. D. Vance—yang sempat dikabarkan keluar dari proses negosiasi—kembali muncul setelah beberapa hari tidak diketahui keberadaannya, dan dijadwalkan berangkat ke Islamabad untuk mengikuti putaran kedua perundingan AS-Iran.
Presiden Donald Trump kembali memperingatkan Iran agar menerima syarat yang diajukan dan tidak “bermain trik”, jika tidak maka seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran akan dihancurkan.
Militer AS memperingatkan: “Jika Anda mencoba menembus blokade, kami akan menggunakan kekuatan untuk memaksa Anda patuh.”
Sejak blokade diberlakukan, sebanyak 27 kapal telah mematuhi perintah AS untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran.
Sebelumnya, United States Central Command merilis rekaman yang menunjukkan peringatan berulang kepada sebuah kapal Iran agar tidak melanggar blokade. Setelah kapal tersebut tetap tidak mematuhi, militer AS menembakkan peluru artileri ke ruang propulsi kapal.
Setelah sekitar enam jam kebuntuan, kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance menembakkan meriam 5 inci MK-45 ke ruang mesin kapal berbendera Iran bernama Tosca, melumpuhkan sistem penggeraknya.
Selanjutnya, marinir AS diterjunkan dengan helikopter dari kapal serbu amfibi USS Tripoli di atas Laut Arab, melakukan rappelling ke kapal dan mengambil alih kendali.
Trump menyatakan bahwa kapal Tosca memiliki panjang hampir 900 kaki dan bobot mendekati kapal induk. Ia menegaskan bahwa karena awak kapal menolak mematuhi perintah, militer AS “langsung melubangi ruang mesin mereka agar berhenti seketika.”
CENTCOM menyebutkan bahwa saat kejadian, kapal tersebut berlayar sekitar 20 mil per jam di bagian utara Laut Arab menuju pelabuhan Abbas di Iran.
Sumber kepada Reuters mengatakan bahwa kapal itu kemungkinan membawa barang “dual-use” yang dinilai AS dapat digunakan untuk keperluan militer Iran.
Kapal Tosca diketahui berlayar dari Tiongkok menuju Iran dan dioperasikan oleh Islamic Republic of Iran Shipping Lines, perusahaan yang sebelumnya dikenai sanksi AS karena diduga memasok material untuk program rudal Iran.
Setelah penyitaan kapal, Iran mengancam akan melakukan pembalasan, sementara pemerintah Tiongkok menyatakan “keprihatinan”.
Gencatan Senjata Segera Berakhir, Trump: Jika Ada Kemajuan, Bersedia Bertemu Pemimpin Iran
Seiring gencatan senjata AS-Iran yang akan berakhir pada Selasa malam pukul 20.00 waktu AS Timur, Trump memperingatkan bahwa jika Iran menolak syarat, AS akan menghancurkan seluruh infrastruktur penting Iran.
Trump juga menyebut bahwa jika perundingan menunjukkan kemajuan, ia bersedia bertemu langsung dengan pemimpin Iran. Namun ia kembali menegaskan bahwa Iran harus meninggalkan ambisi memiliki senjata nuklir.
Sebagai mediator, Pakistan memperketat persiapan. Sumber menyebutkan sekitar 20.000 personel keamanan telah dikerahkan secara luas di Islamabad.
Sementara itu, menurut laporan The Times of Israel, AS mengkonfirmasi bahwa setelah putaran pertama yang “produktif”, pertemuan tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon akan kembali digelar pekan ini di Departemen Luar Negeri AS.
Sebelumnya, Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Namun, militer Israel melaporkan telah menewaskan beberapa anggota Hezbollah di Lebanon selatan karena dianggap melanggar perjanjian dan mengancam pasukan Israel di wilayah tersebut. (Hui)
Reporter NTD Television, Wang Ziyi, melaporkan dari Amerika Serikat.




