Gencatan Senjata di Ujung Waktu, Qatar-Pakistan Minta Iran-AS Hentikan Saling Serang

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Makin Dekatnya Tengat Waktu Gencatan Senjata Mau Kadaluarsa, Qatar dan Pakistan Minta Sudahi Iran-AS Saling Serang

Tenggat waktu gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terancam berakhir di tengah kebuntuan diplomasi.

Merespons situasi kritis ini, pemerintah Qatar dan Pakistan secara bersama-sama mendesak kedua belah pihak untuk segera memperpanjang masa jeda konflik dan kembali ke meja perundingan guna menghindari eskalasi yang lebih luas.

Gencatan senjata berdurasi dua pekan yang disepakati sejak 8 April lalu ini dilaporkan hampir kedaluwarsa.

Putaran pertama perundingan damai di Islamabad, Pakistan, gagal membuahkan hasil. Sementara itu, putaran kedua yang dijadwalkan pada Selasa (21/4) diselimuti ketidakpastian.

Hingga kini, Teheran belum memastikan partisipasinya, sedangkan Washington memilih menunda keberangkatan delegasinya.

Bahkan, terdapat perbedaan pandangan terkait tenggat waktu, Iran dan Pakistan menyatakan gencatan senjata berakhir pada Selasa malam, namun AS mengklaim kesepakatan baru berakhir pada hari Rabu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap upaya mediasi yang tengah dipimpin oleh Pakistan. Ia mendesak agar gencatan senjata diperpanjang hingga solusi perdamaian benar-benar tercapai.

Lebih lanjut, Al-Ansari memberikan peringatan tegas mengenai dampak eskalasi konflik, terutama yang menyangkut keamanan jalur perairan strategis.

"Penutupan Selat Hormuz akan meningkatkan krisis saat ini dari sekadar isu regional menjadi isu global," tegas Al-Ansari dalam konferensi pers, Selasa (21/4).

Ia mengingatkan bahwa jaminan kebebasan navigasi di Selat Hormuz merupakan tanggung jawab komunitas internasional secara bersama. Hal ini mengingat peran jalur tersebut sangat vital bagi pasokan energi, rantai logistik, dan perdagangan global. Qatar juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan mitra internasional demi menjaga stabilitas pasar energi.

Sejalan dengan kekhawatiran Qatar, Menteri Luar Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, terus mengintensifkan jalur diplomasi di Islamabad.

Pada Selasa (21/4), Dar mengadakan pertemuan khusus dengan Kuasa Usaha (Charge d'Affaires) Kedutaan Besar AS di Islamabad, Natalie A. Baker. Dalam pertemuan tersebut, Dar menekan urgensi bagi Washington dan Teheran untuk memberi ruang yang lebih luas bagi dialog.

"Dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya cara yang realistis untuk mengatasi tantangan serta mencapai perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan ini," ungkap Dar merujuk pada keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Upaya gigih Pakistan sebagai jembatan perdamaian ini mendapat sambutan positif. Pihak AS melalui Natalie A. Baker secara khusus menyampaikan apresiasi Washington atas peran aktif dan konstruktif Pakistan dalam memfasilitasi dialog di tengah situasi geopolitik yang memanas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Bandung 22 April 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bawa Sampel Tanah dari Pertambangan di Gorontalo, 4 WN China Dideportasi
• 15 jam laludetik.com
thumb
Harga Emas UBS Tembus Rp2,9 Juta per Gram, Ini Rinciannya
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sinopsis Drama China Take a Nap, Liu Hao Ran dan Landy Li Temukan Cinta di Tengah Rahasia Ruang dan Waktu
• 10 jam lalugrid.id
thumb
KTT D-8 2026 Resmi Ditunda, Kemlu Pantau Eskalasi Situasi Global
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.