KTT D-8 2026 Resmi Ditunda, Kemlu Pantau Eskalasi Situasi Global

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D-8) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 resmi ditunda. 

Keputusan ini diambil pemerintah Indonesia menyusul eskalasi situasi global yang berdampak pada sejumlah negara anggota.

“Pelaksanaan KTT D-8 yang seyogianya digelar April ini ditunda karena ada perkembangan dan eskalasi situasi yang juga dialami oleh negara-negara anggota,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Kantor Staf Presiden, Rabu, 22 April 2026.

BACA JUGA:Jadwal dan Rangkaian Ibadah Haji 2026 Mulai Keberangkatan Gelombang 1-2

Terkait kepastian jadwal pengganti, pemerintah Indonesia bersama Sekretariat D-8 masih akan terus melakukan pemantauan terhadap dinamika situasi internasional.

Sekjen Partai Gerindra ini menekankan bahwa penetapan waktu pelaksanaan agenda tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi keamanan dan politik global di masa mendatang.

"Kita akan melihat perkembangan situasinya untuk pelaksanaan agenda tersebut," pungkasnya.

Sebagai informasi, Indonesia menjadi tuan rumah ajang internasional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 atau forum ekonomi negara berkembang yang berisi delapan negara.

“Venue-nya nanti rencananya di Jakarta. Kita cari tempat yang representatif,” kata Sugiono di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026 lalu.

BACA JUGA:K-Popers Bersiap! Pemerintah Bakal Tambah Konser K-Pop, Hasil Diplomasi Indonesia–Korea Selatan

KTT D-8 itu rencananya akan dilaksanakan pada 15 April 2026. Pertemuan itu didahului oleh Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri pada 14 April serta pertemuan tingkat komisioner pada 12–13 Maret.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arief Havas Oegroseno menyampaikan pemerintah RI telah menyiapkan sejumlah agenda penting dalam rangkaian kegiatan D8 tahun ini.

Selain KTT D-8, Indonesia juga akan menggelar Ocean Impact Summit yang akan berlangsung di Bali.

Havas mengungkapkan Indonesia mengusulkan agar isu kelautan menjadi agenda baru dalam kerja sama D8.

Menurutnya, seluruh negara anggota D8 merupakan negara yang memiliki wilayah laut, namun selama ini isu tersebut belum menjadi fokus pembahasan bersama.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Real Madrid Terpecah Soal Penjualan Eduardo Camavinga
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Modus Baru Narkoba dalam Cartridge Vape Terkuak
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
Kubu Jokowi Pastikan Rismon Bakal tetap Jadi Saksi Mahkota Dalam Sidang Dugaan Ijazah Palsu
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Tuntutan Jaksa Terhadap Terdakwa Chromebook Ibrahim Arief Dinilai Tak Berdasar
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Puan Pimpin Rapat Paripurna DPR RI Ke-17, Sahkan RUU PSDK dan PPRT Jadi UU
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.