Dokumen Resmi Perjalanan Haji Lengkap, Kloter Pertama Embarkasi Surabaya Terbang Ke Tanah Suci

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

SIDOARJO, KOMPAS - Setelah merampungkan seluruh rangkaian persiapan akhir jemaah haji kelompok terbang pertama Embarkasi Surabaya bertolak ke Tanah Suci sesuai jadwal. Rombongan asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dipastikan telah memiliki dokumen perjalanan resmi terutama visa haji resmi dan kartu nusuk.

Jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Surabaya terbang ke Arab Saudi dari Bandar Udara Juanda Surabaya pada pukul 09.30 WIB, Rabu (22/4/2026)  atau sesuai jadwal. Pemberangkatan menggunakan pesawat Saudi Airlines bernomor penerbangan SV5347 yang langsung menuju Bandara Internasional Pangeran Muhammad Bin Abdul Azis, Madinah.

General Manager Bandara Juanda Surabaya Muhammad Tohir mengatakan, total penumpang sebanyak 380 anggota jemaah haji, termasuk petugas yang mendampingi. Pemberangkatan kloter pertama tersebut menandai operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Bandara Juanda.

“Untuk mempermudah pemeriksaan dokumen perjalanan haji oleh imigrasi Arab Saudi, pengelola Bandara Juanda telah menyiapkan ruang tunggu khusus di Gate 13-15 Terminal 1 untuk mendukung area layanan skema jalur cepat (fast track) atau mecca route,” ujar Tohir.

Baca JugaJemaah Haji Embarkasi Surabaya Rampungkan Persiapan Akhir

Sebelum menuju Bandara Internasional Juanda, dilakukan seremonial pelepasan jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Surabaya tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Surabaya pada Rabu dini hari. Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Abdul Haris, mengatakan, seluruh jemaah haji Kloter 1 sebanyak 380 orang dipastikan dapat berangkat seluruhnya.

Dari 380 jemaah haji tersebut, 374 orang diantaranya merupakan anggota jemaah haji, 2 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 4 orang PPIH Kloter 1. Kloter pertama ini berasal dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

“Kloter ini berangkat dalam kondisi penuh tanpa kursi kosong. Semoga seluruh jamaah diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah haji,” kata Haris.

Abdul Haris menambahkan, sebanyak 380 jemaah haji Kloter 1 itu terdiri atas 188 laki-laki dan 192 perempuan. Sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, seluruh jemaah sudah menjalani pemeriksaan dokumen perjalanan haji termasuk keimigrasian.

Seluruh jemaah haji tersebut telah dipastikan mengantongi visa haji resmi serta memiliki kartu nusuk yang berfungsi sebagai identitas digital resmi yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Pembagian kartu nusuk yang memberikan akses resmi layanan bagi jemaah haji ini dilakukan sejak di asrama haji.

Baca JugaLayani Jemaah Haji Tiga Provinsi, Embarkasi Surabaya Matangkan Persiapan

“Alhamdulillah semua proses administrasinya mudah dan lancar terutama saat pengecekan dokumen perjalanan haji. Paspor, visa, kartu nusuk sudah diterima semua dan semoga nanti di Arab Saudi juga lancar,” ujar Bunawar Sumo Sadimo, salah satu anggota jemaah haji Kloter 1.

Bunawar mengaku senang akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 14 tahun. Kebahagiaan itu semakin sempurna karena keberangkatannya didampingi oleh istrinya, Siti Kurniasih.

Selain didominasi oleh jemaah perempuan, Kloter 1 Embarkasi Surabaya juga memiliki anggota jemaah haji termuda yakni Mari Muhammad Chandra berusia 15 tahun dan tertua yakni Suridan Temo Sakin berusia 86 tahun.  Sebagian besar jemaah haji kloter ini berusia lanjut.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri pelepasan jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Surabaya, mendoakan semoga perjalanan ibadah haji 2026 berjalan lancar. Seluruh anggota jemaah haji dalam keadaan sehat, penuh berkah, dan bisa menjadi haji yang mabrur.

Menurut Khofifah, keberangkatan jemaah untuk menunaikan ibadah haji merupakan anugerah yang amat besar dan patut disyukuri bersama. Oleh karena itu, pihaknya mengajak untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menjaga kesehatan supaya nantinya bisa beribadah dengan khusyuk.

Khofifah mengatakan, tantangan yang dihadapi jemaah haji tahun ini adalah cuaca ekstrem di Arab Saudi. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan agar bisa mengikuti seluruh rangkaian prosesi ibadah.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan jemaah haji agar menaati dan menghormati setiap peraturan yang berlaku. Juga tetap menjaga ketertiban dan kekhidmatan dalam menjalankan ibadah.

“Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik dan mental, serta menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan dan kemabruran haji,” ucap Khofifah.

Total jemaah haji Embarkasi Surabaya tahun ini berjumlah 44.087 orang, sebanyak 43.623 orang diantaranya merupakan jemaah dan 464 lainnya adalah petugas haji. Total jemaah tersebut terbagi dalam 116 kloter, yang berasal dari tiga provinsi yakni Jawa Timur sebanyak 42.409 orang, Bali sebanyak 698 orang serta Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 516 orang.

Baca JugaModus Haji Ilegal Pakai Visa Kerja, 13 WNI Dicegah Terbang ke Arab Saudi

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Film Pendek Jadi Sarana Edukasi Dana Desa, Inisiatif Aditya Yusma Libatkan Ribuan Desa
• 21 menit lalurepublika.co.id
thumb
Pemprov Kalteng Pastikan Stok Pangan Kalteng Aman
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Dicecar Investor Global soal Defisit Indonesia, Menteri Purbaya Tegaskan Aman di Bawah 3 Persen
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Vaksinasi Campak di Banten Baru 68 Persen
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Negosiasi Ekspor Beras ke Malaysia Masih Alot, Bulog Tolak Harga di Bawah Rp10.000 per Kilogram
• 56 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.