Penulis: M. Fathur Razaq
TVRINews, Palangka Raya
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bergerak cepat merespons penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dengan meninjau langsung ketersediaan pangan di gudang Bulog, Selasa 21 April 2026.
Pemeriksaan stok secara mendalam ini merupakan langkah preventif pemerintah daerah dalam menyikapi lonjakan harga BBM non-subsidi .
"Implikasi dari itu (kenaikan harga BBM), biasanya terjadi kenaikan harga pangan. Makanya kami ke sini salah satunya berkoordinasi bersama Bulog. Kami ingin memastikan stok pangan itu ada dulu, beras, minyak goreng dan lainnya," jelas Agustiar Sabran.
Setelah berkoordinasi langsung dengan pihak Bulog, Gubernur menegaskan bahwa cadangan pangan pokok untuk Bumi Tambun Bungai berada dalam kondisi mencukupi, bahkan diproyeksikan aman hingga akhir tahun 2026.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana menegaskan untuk ketersediaan pangan dalam kondisi sangat aman.
"Beras kami memiliki 18 ribu ton lebih, sampai akhir tahun sangat aman. Kemudian minyak goreng masih ada satu juta liter," ucap Erwin.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga energi.
Editor: Redaktur TVRINews





