Dari Kartini hingga Malahayati, Inilah Jejak Muslimah Pejuang Kemerdekaan Indonesia

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya diwarnai oleh peran kaum laki-laki. Sejumlah Muslimah turut tampil sebagai tokoh penting yang mengabdikan hidupnya demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa, baik melalui jalur perlawanan fisik, pendidikan, maupun dakwah.

Salah satu nama yang paling dikenal adalah Raden Ajeng Kartini. Lahir di Jepara pada 21 April 1879, Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan. Ia memperjuangkan kesetaraan hak perempuan, khususnya dalam memperoleh pendidikan di tengah kuatnya budaya patriarki pada masa itu.

Baca Juga
  • Terungkap Modus WNI Berangkat Haji Ilegal Via Bandara Soekarno-Hatta, Ini Ancaman Menhaj
  • Denda Rp 91 Juta dan Larangan Masuk Saudi Selama 10 Tahun bagi Jamaah Haji Ilegal
  • Analis Rusia: Perang Iran adalah Kekalahan Terbesar AS Sepanjang Sejarah

Bertepatan dengan Selasa (21/4/2026), masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini, hari kelahiran sang pahlawan kemerdekaan. Momentum ini menjadi pengingat akan kemajuan dan potensi luar biasa yang dimiliki perempuan Indonesia.

Selain Kartini, sosok Cut Nyak Dhien juga menjadi simbol keberanian perempuan Nusantara. Lahir di Aceh pada 1848, ia terjun langsung ke medan perang melawan penjajah Belanda. Keberadaannya mampu membangkitkan semangat juang rakyat Aceh dalam melawan kolonialisme.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Nama lain yang tak kalah penting adalah Rasuna Said. Tokoh asal Sumatera Barat ini dikenal vokal memperjuangkan hak-hak perempuan serta mendorong keterlibatan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1974.

Dari Sulawesi Selatan, ada Opu Daeng Risaju yang juga dikenal dengan nama Famajjah. Meski tidak mengenyam pendidikan formal, ia aktif dalam pergerakan politik melalui Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) dan memobilisasi rakyat untuk melawan penjajah Belanda.

Kartini - (Dok Republika)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Disebut Bakal Hadiri May Day 2026, Aktivis Imbau Massa Jaga Kondusifitas
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendagri Tito Buka Musrenbang RKPD Sumut, Tekankan Pentingnya Perencanaan Matang
• 3 menit laluviva.co.id
thumb
Foto: Brighton & Hove Albion Bobol Gawang Chelsea Tiga Gol Tanpa Balas
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhaj: Kloter 1 Embarkasi Medan bertolak ke tanah suci dini hari
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Sekolah Darurat Kartini di Jakut Kecewa, Anak Marjinal Belum Terjangkau Program Pendidikan
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.