Tol Sicincin-Bukittinggi Jadi Alternatif Jalur Rawan Lembah Anai

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

PADANG, KOMPAS — Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi yang akan segera dibangun menjadi alternatif penting bagi pengendara di Sumatera Barat, menyusul jalur utama Lembah Anai yang rawan bencana banjir bandang dan longsor. Pembangunan jalan tol sepanjang 41,25 kilometer ini pun membutuhkan dukungan semua pihak, terutama dalam pengadaan lahan. 

Executive Vice President Divisi Engineering, Riset, dan Teknologi Informasi PT Hutama Karya Amy Rachmadhani Widyastuti, Rabu (22/4/2026), mengatakan, kondisi Lembah Anai yang rawan bencana jadi salah satu pendorong pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi.

“Kalau tidak ada jalur alternatif dari jalur yang eksis sekarang, (terputusnya jalur Lembah Anai akibat bencana) dapat menghentikan ekonomi dan pergerakan logistik, manusia, dan sebagainya. Maka kehadiran jalan tol ini sangat penting,” kata Amy, dalam wawancara telekonferensi dengan Kompas, Rabu siang.

Jalur Lembah Anai, rute utama Padang-Bukittinggi dan Padang-Pekanbaru, menjadi bagian penting lalu lintas masyarakat dan perekonomian daerah. Dua banjir bandang atau galodo pada 11 Mei 2024 dan 27 November 2025, yang memutus jalur tersebut, menegaskan kerentanan itu.

Selain kerawanan bencana, kehadiran Tol Sicincin-Bukittinggi sepanjang 41,25 km juga penting menyambungkan Tol Padang-Pekanbaru yang merupakan sirip dari Tol Trans Sumatera ini.

Amy menyebut, Tol Padang-Pekanbaru sudah selesai di bagian ujung timur dan ujung barat. Namun, karena belum tersambung, jumlah trafik lalu lintas masih minim karena jalur yang tersedia masih pendek. Maka pembangunan seksi berikutnya sangat penting agar keseluruhannya tersambung. 

Baca JugaJalan Tol Sicincin-Bukittinggi Ditargetkan Mulai Dibangun Akhir 2026

Dalam konteks Sumbar, kehadiran Tol Sicincin-Bukittinggi sangat mendukung eksistensi Tol Padang-Sicincin yang panjangnya baru sekitar 36,6 km. Jika pembangunan tol baru selesai, akses antara dua kota penting di Sumbar, yaitu Padang dan Bukittinggi, akan semakin lancar dan aman serta berdampak positif pada perekonomian, terutama pariwisata.

“Jika (tol) terbangun, ini benar-benar waktu tempuhnya akan lebih efisien dan menurunkan biaya logistik, serta akses distribusi barang menjadi lebih lancar, apalagi ekonomi di sana dan wisata dapat didukung oleh adanya jalan tol ini,” ujar Amy.

Tahap perencanaan

Amy menjelaskan, dalam pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi, Hutama Karya terlibat dalam proses perencanaan. Untuk proses konstruksi, akan diusahakan Kementerian Pekerjaan Umum. Setelah konstruksi selesai, operasional dan pemeliharaan jalan tol ini dikembalikan ke Hutama Karya sebagai badan usaha jalan tol.

Menurut Amy, pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi kini dalam tahap perencanaan. Studi kelayakan sudah rampung dan trase pun telah disetujui sehingga akan segera disahkan.

Adapun proses lainnya sedang berlangsung, termasuk penyusunan desain teknik rinci (detail engineering design/DED), dokumen lingkungan, kesiapan lahan, dan lainnya.

“Selanjutnya, jika semua proses perencanaan selesai, kami bersama Kementerian PU akan menyiapkan rencana-rencana konstruksinya,” kata Amy.

Baca JugaBappenas Minta Sumbar Kawal Percepatan PSN Jalan Tol Padang-Pekanbaru dan ”Flyover” Sitinjau Lauik

Amy melanjutkan, Tol Sicincin-Bukittinggi akan melewati lima kabupaten/kota di Sumbar, yaitu Padang Pariaman, Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, dan Bukittinggi. Pembangunannya dibagi menjadi dua segmen, yaitu Sicincin-Padang Panjang (21,20 km) dan Padang Panjang-Bukittinggi (20,05 km).

Selain penentuan trase, pengadaan lahan, dan perizinan, kata Amy, area topografi dan geologi yang berat juga menjadi tantangan dalam pembangunan. Sebab, Tol Sicincin-Bukittinggi akan melewati kawasan Pegunungan Bukit Barisan.

Untuk pembangunannya pun, secara teknis mesti dipastikan sesuai dengan spesifikasi jalan tol supaya tingkat kenyamanan dan keamanan sesuai standar jalan tol.

“Nanti akan dibangun dua terowongan di segmen Sicincin-Padang Panjang dengan total sekitar 5,8 km. Satu terowongan sepanjang 5,5 km—bisa jadi ini terowongan terpanjang (di Indonesia)—dan satu lagi sepanjang 350 meter,” ujar Amy.

Konstruksi akhir 2026

Secara terpisah, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, dalam wawancara pada Senin (13/4/2026), mengatakan, secara garis waktu (time line), proyek Tol Sicincin-Bukittinggi diharapkan dapat dimulai akhir 2026. 

Adapun target selesai atau jalan dapat dioperasikan ialah pada 2029 untuk segmen Padang Panjang-Bukittinggi dan 2031 untuk segmen Sicincin-Padang Panjang. ”Namun, target tersebut tergantung pada kesiapan lahan yang bebas,” kata pria yang karib disapa Andi ini.

Andi menyebut, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol sepanjang 41,25 km ini hampir Rp 30 triliun. Saat ini, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum bersama PT Hutama Karya sedang menyusun desain dasar (basic design) dan DED.

Setelah desain dasar dan DED selesai, kata Andi, proses selanjutnya akan masuk pada tahap penetapan lokasi dan pembebasan lahan. Setidaknya butuh 60 persen lahan yang telah bebas untuk dapat dimulai pekerjaan konstruksi.

Andi pun meminta dukungan masyarakat dan seluruh unsur pemerintah daerah untuk membantu pembebasan lahan sehingga pembangunan tol dapat berjalan lancar sesuai target yang direncanakan.

Ditambahkan Andi, dengan terhubungnya Padang-Bukittinggi dengan Tol Padang-Sicincin dan Sicincin-Bukittinggi nanti, waktu tempuh yang biasanya sekitar 3 jam dapat dipangkas menjadi 2 jam. Tingkat keamanan dan kepastian perjalanan jalan tol ini juga lebih tinggi dibandingkan jalan biasa.

”Dengan adanya tol ini, orang yang datang ke Padang jika ingin wisata kuliner ke Bukittinggi lebih gampang. Orang bisa PP (pergi-pulang) lewat tol. Kalau lewat jalan nasional, ada risiko macet, belum lagi risiko curah hujan tinggi, ada jalan tertutup longsor, dan lainnya,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya: Selesai Direstrukturisasi, Proyek Kereta Cepat Tinggal Diumumin
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNI Tuntaskan Pengembalian Dana Nasabah Aek Nabara Senilai Rp 28 Miliar
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Jelang Idul Adha 2026, Ini Amalan Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Lengkap dari Awal Dzulhijjah hingga Hari H
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Terungkap Motif Pembunuhan di Jombang, Pelaku Cemburu Wanita Disukainya Didekati Korban
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
BMKG prakirakan Jakarta diguyur hujan pada Rabu sore
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.