Respons Cepat Tenaga Medis Unhas Jaga Kelancaran Pelaksanaan UTBK

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tidak hanya menuntut kesiapan akademik peserta, tetapi juga dukungan sistem kesehatan yang sigap dan terukur. Di tengah tekanan ujian, kehadiran tenaga medis menjadi elemen penting untuk memastikan seluruh proses berlangsung aman, stabil, dan tanpa hambatan.

Di Universitas Hasanuddin (Unhas), tenaga medis memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam mengantisipasi dan menangani berbagai kondisi darurat. Dengan pendekatan berbasis asesmen klinis dan respons cepat, setiap keluhan peserta ditangani secara profesional tanpa mengganggu jalannya ujian.

Kepala Subdirektorat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Unhas, Lalu Muhammad Saleh, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tim medis merupakan bagian integral dari pelaksanaan UTBK. Kehadiran tenaga medis di titik-titik strategis memungkinkan penanganan cepat terhadap berbagai situasi di lapangan.

“Tim medis memiliki peran krusial dalam memastikan seluruh proses ujian berjalan lancar. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi prioritas utama kami, sehingga peserta tetap merasa aman dan terlindungi selama mengikuti UTBK,” jelasnya.

Implementasi peran tersebut terlihat dalam penanganan kasus di lokasi UTBK Gowa, tepatnya di Gedung Teknik Elektro. Pada pukul 10.40 WITA, seorang peserta mengeluhkan nyeri perut akibat bekas luka operasi. Tim medis segera melakukan pemeriksaan dengan hasil tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 71 kali per menit, serta saturasi oksigen 96 persen yang masih dalam batas stabil.

Berdasarkan hasil tersebut, tim medis memberikan terapi berupa obat antinyeri sebagai langkah awal. Penanganan dilakukan secara terukur agar keluhan dapat segera diatasi tanpa mengganggu konsentrasi peserta selama ujian. Setelah sesi ujian selesai, kondisi peserta dilaporkan membaik.

Kasus kedua terjadi pada pukul 12.10 WITA di lokasi yang sama, ketika peserta mengalami pusing disertai nyeri ulu hati dengan riwayat gastritis. Pemeriksaan awal menunjukkan tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi 56 kali per menit, serta saturasi oksigen 92 persen yang mengindikasikan perlunya penanganan segera.

Merespons kondisi tersebut, tim medis melakukan intervensi komprehensif melalui pemberian oksigen, obat antinyeri, dan antasida, disertai observasi ketat untuk memastikan stabilisasi kondisi.

Hasil observasi menunjukkan perbaikan bertahap. Setelah diberikan asupan ringan, tekanan darah meningkat menjadi 100/70 mmHg, saturasi oksigen mencapai 99 persen, dan denyut nadi berada pada angka 66 kali per menit. Peserta kemudian dipulangkan dalam kondisi membaik dengan pendampingan orang tua.

Secara keseluruhan, pada hari kedua pelaksanaan UTBK, tim medis Unhas menangani empat kasus, masing-masing dua di lokasi Gowa dan dua lainnya di Tamalanrea. Di Tamalanrea, penanganan tidak hanya diberikan kepada peserta, tetapi juga kepada petugas IT yang mengalami gangguan pada mata.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Unhas menyiapkan dua posko layanan kesehatan di lokasi UTBK Tamalanrea dan Gowa. Tenaga medis yang dilibatkan merupakan tim profesional dari Rumah Sakit Unhas yang terjun langsung untuk memastikan setiap potensi gangguan kesehatan dapat ditangani secara cepat dan tepat. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kloter 1 Haji Embarkasi Solo Berangkat Dini Hari, Tiba di Madinah Pagi Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat dari Jakarta, 391 Jemaah Mulai Perjalanan ke Tanah Suci
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Real Madrid Terancam Nirgelar! Florentino Perez Kecewa Berat Pelatih, Kini Bidik Jurgen Klopp hingga Jose Mourinho
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Simulasi Pajak Kendaraan Listrik dengan Aturan Baru 2026
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
RiaMiranda Berkolaborasi dengan 3Mongkis, Padukan Gaya Modest dengan Streetwear
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.