Raja Ampat, Papua Barat Daya (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabumimg Raka meminta petugas Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mengevaluasi standar operasional prosedur makanan, saat meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Rabu.
Dalam peninjauannya, Wapres Gibran sempat bertanya kepada petugas SPPG yang mendistribusikan makanan kepada para siswa. Setelah mendapat penjelasan, Wapres mendapati bahwa menu MBG di sekolah tersebut dimasak terlalu pagi, sehingga dikhawatirkan merusak kualitas makanan itu.
"Mulai besok kalian ubah SOP-nya. Tidak bisa masak sepagi itu," kata Gibran.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya selama tiga hari di Tanah Papua, Gibran telah memastikan kelancaran pelaksanaan MBG di tiga sekolah, yakni SMAN 4 Mimika, Sekolah Kristen Yahukimo dan SDN 2 Waisai Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Baca juga: Kunjungi lima kabupaten di Papua, Gibran ingin program Presiden berdampak
Kegiatan peninjauan SPPG ini merupakan bagian dari upaya Wapres dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden agar berjalan optimal dan tepat sasaran di lapangan.
Pada pagi hari ini, menu MBG yang disajikan mencakup nasi putih, ayam kecap, tempe goreng, sayur singkong, dan buah apel.
Selain memastikan pelaksanaan MBG berjalan baik, Wapres juga menyapa para siswa dan melihat secara langsung respons mereka terhadap makanan yang disajikan.
Salah seorang siswa kelas 2C SD Negeri 2 Waisai, Tian mengaku menyukai menu yang baru saja dihabiskannya. “Iya, suka,” jawab Tian saat diwawancara pada kesempatan terpisah.
SDN 2 Waisai memiliki total 671 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar, dengan didukung oleh 45 tenaga pendidik dan kependidikan.
Melalui peninjauan ini, Wapres menegaskan pentingnya keberlanjutan program MBG sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang yang optimal bagi generasi penerus bangsa.
Baca juga: Wapres Gibran tinjau MBG dan fasilitas kesehatan di Yahukimo
Baca juga: Dikunjungi Wapres, Kepsek Sentra Pendidikan Timika harap ada bantuan
Baca juga: Dari Nabire, Wapres bertolak ke Timika lanjutkan kunjungan di Papua
Dalam peninjauannya, Wapres Gibran sempat bertanya kepada petugas SPPG yang mendistribusikan makanan kepada para siswa. Setelah mendapat penjelasan, Wapres mendapati bahwa menu MBG di sekolah tersebut dimasak terlalu pagi, sehingga dikhawatirkan merusak kualitas makanan itu.
"Mulai besok kalian ubah SOP-nya. Tidak bisa masak sepagi itu," kata Gibran.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya selama tiga hari di Tanah Papua, Gibran telah memastikan kelancaran pelaksanaan MBG di tiga sekolah, yakni SMAN 4 Mimika, Sekolah Kristen Yahukimo dan SDN 2 Waisai Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Baca juga: Kunjungi lima kabupaten di Papua, Gibran ingin program Presiden berdampak
Kegiatan peninjauan SPPG ini merupakan bagian dari upaya Wapres dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden agar berjalan optimal dan tepat sasaran di lapangan.
Pada pagi hari ini, menu MBG yang disajikan mencakup nasi putih, ayam kecap, tempe goreng, sayur singkong, dan buah apel.
Selain memastikan pelaksanaan MBG berjalan baik, Wapres juga menyapa para siswa dan melihat secara langsung respons mereka terhadap makanan yang disajikan.
Salah seorang siswa kelas 2C SD Negeri 2 Waisai, Tian mengaku menyukai menu yang baru saja dihabiskannya. “Iya, suka,” jawab Tian saat diwawancara pada kesempatan terpisah.
SDN 2 Waisai memiliki total 671 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar, dengan didukung oleh 45 tenaga pendidik dan kependidikan.
Melalui peninjauan ini, Wapres menegaskan pentingnya keberlanjutan program MBG sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang yang optimal bagi generasi penerus bangsa.
Baca juga: Wapres Gibran tinjau MBG dan fasilitas kesehatan di Yahukimo
Baca juga: Dikunjungi Wapres, Kepsek Sentra Pendidikan Timika harap ada bantuan
Baca juga: Dari Nabire, Wapres bertolak ke Timika lanjutkan kunjungan di Papua





