30 Ribu Formasi Manajer KDMP Dibuka, Legislator: Harus Transparan

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menyoroti pembukaan 30 ribu formasi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai langkah konkret pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ekonomi desa. 

Mufti menekankan, rekrutmen dalam skala besar tersebut harus dijalankan secara profesional dan transparan. Menurutnya, tanpa sistem yang akuntabel, program yang baik berpotensi menimbulkan persoalan baru di lapangan, terutama terkait keadilan dan kepercayaan masyarakat desa.

“Pembukaan puluhan ribu formasi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) patut diapresiasi sebagai langkah pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa,” kata Mufti Anam dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 April 2026.

Lebih lanjut, Mufti mengingatkan agar kebijakan tidak disalahgunakan sebagai alat kepentingan politik. Ia menilai posisi strategis seperti manajer koperasi sangat rentan diisi oleh pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan jika tidak diawasi dengan baik.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya menjaga objektivitas dalam proses seleksi. Standar profesional yang jelas dan mekanisme rekrutmen yang terbuka dinilai menjadi kunci agar program ini tetap berada pada tujuan awalnya, yakni pemberdayaan ekonomi rakyat desa.

“Jangan sampai kebijakan ini menjadi alat politik di mana posisi ini diisi oleh orang-orang yang dekat dengan pihak-pihak yang berkuasa, atau diisi oleh kader-kader dari partai tertentu,” tegasnya.

Di sisi lain, Mufti turut menyoroti nasib masyarakat desa yang telah lebih dulu terlibat dalam pengembangan KDMP. Ia menyebut banyak pihak di desa yang sejak awal sudah bekerja, mulai dari tahap administrasi hingga operasional dasar, meski tanpa kepastian insentif.

Menurutnya, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan afirmatif agar mereka yang telah berkontribusi tidak tersisih oleh sistem rekrutmen baru yang lebih terpusat.

“Ketika Pemerintah kemudian membuka rekrutmen baru secara terpusat, jangan sampai ada masyarakat desa yang merasa ditinggalkan,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa banyak program desa gagal bukan karena konsepnya lemah, melainkan karena pelaksana yang tidak memiliki keterikatan dengan masyarakat setempat. Oleh karena itu, keberadaan SDM yang memahami konteks lokal menjadi sangat penting.

“Banyak program desa gagal bukan karena konsepnya buruk, tapi karena orang yang menjalankan tidak punya keterikatan dengan masyarakat,” paparnya.

Mufti menegaskan bahwa KDMP bukan sekadar proyek administratif, melainkan fondasi ekonomi desa yang harus dibangun dengan kepercayaan masyarakat. Ia menilai keadilan dalam proses rekrutmen menjadi faktor penting dalam menjaga legitimasi program di mata publik.

“Kalau dari awal sudah menciptakan rasa ketidakadilan, maka kepercayaan masyarakat akan berkurang,” tambahnya.

Mufti pun mendorong agar manajer yang direkrut benar-benar memiliki kemampuan mengelola koperasi modern, memahami risiko usaha desa, serta mampu menjaga keberlanjutan koperasi. Selain itu, ia juga berharap KDMP terhubung dengan kebutuhan riil masyarakat seperti distribusi pangan, akses pupuk, hingga pemasaran hasil produksi.

“Karena koperasi tidak cukup dijalankan hanya dengan semangat program pemerintah tapi juga membutuhkan kedisiplinan, akuntabilitas keuangan, dan kemampuan menjaga kepercayaan anggota,” pungkas Mufti.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekam Jejak Letjen Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa yang Miliki Brevet Langka
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Menlu Ungkap Kendala Negosiasi Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Saudia Siapkan 5 Pesawat Angkut 43.625 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Rabu 22 April 2026
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
TASPEN Percepat Transformasi Digital dan Inovasi Teknologi untuk Perkuat Layanan serta Kepercayaan Publik
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.