Liputan6.com, Jakarta - KLH/BPLH atau Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menegaskan penguatan langkah pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Lahan Tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadapi peningkatan risiko karhutla seiring proyeksi musim kemarau dan potensi El Nino pada tahun ini.
Advertisement
Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, pendekatan pengendalian karhutla harus berfokus pada pencegahan yang terstruktur dan terpadu.
"Kita harus bergerak cepat, terstruktur, dan tanpa kompromi karena ini menyangkut keselamatan masyarakat, lingkungan, dan masa depan bangsa," ujar Hanif dalam Apel Siaga Pengendalian Karhutla Tahun 2026 dikutip Liputan6.com dari laman resmi Kementerian LH www.kemenlh.go.id, Rabu (22/4/2026).
Dia mengatakan, data menunjukkan peningkatan signifikan kejadian karhutla pada awal tahun 2026, dengan jumlah titik panas mencapai 3.609 atau meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Luas kebakaran hingga Februari 2026 juga tercatat meningkat tajam, mencapai lebih dari 32 ribu hektare, dengan wilayah Sumatera dan Kalimantan sebagai daerah paling terdampak," ucap Hanif.




