Grid.ID - Menjelang Idul Adha 2026, permintaan hewan kurban mulai meningkat di berbagai daerah. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam memantau harga sekaligus memilih hewan yang sesuai syariat.
Di sejumlah daerah seperti Banjarmasin, permintaan kambing dan sapi disebut sudah mulai ramai. Pasokan hewan kurban bahkan didatangkan dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Fikri Abdul Latif, seorang pemilik Galeri Kambing Arabian di Kampung Arab, Banjarmasin, mengaku, khusus kambing pihaknya terus mendatangkan setiap minggu 500 ekor.
"Biasanya kebutuhan hari raya kurban itu sampai 2.500 ekor. Dan kami ini mendistribusikan kambing ke seluruh wilayah Kalsel," katanya, dikutip Tribunews.com, Rabu (15/4/2026).
Berikut estimasi harga kambing kurban 2026 yang bisa jadi acuan:
1. Kambing Kacang (Ekonomis)
Harga kambing kacang berkisar Rp1.400.000 hingga Rp2.200.000 per ekor. Bobotnya sekitar 20–30 kg sehingga cocok untuk pilihan kurban dengan budget terbatas.
2. Kambing Jawa/Randu
Jenis kambing Jawa atau Randu dibanderol Rp2.600.000 hingga Rp3.500.000 per ekor. Bobotnya lebih besar, yakni sekitar 30–40 kg dan cukup populer di pasaran.
3. Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing PE masuk kategori premium dengan harga Rp3.500.000 hingga Rp5.100.000 per ekor. Bobotnya bisa mencapai 50 kg sehingga sering dipilih untuk kurban berkualitas.
4. Kambing Boer (Impor Premium)
Kambing Boer memiliki harga paling tinggi, yakni Rp5.000.000 hingga Rp7.500.000 per ekor. Jenis ini dikenal memiliki kualitas daging yang lebih unggul dibanding lainnya.
Selain pembelian langsung, beberapa lembaga seperti Dompet Dhuafa menawarkan program kurban mulai Rp1.800.000. Sementara Baitulmaal Muamalat memperkirakan harga kambing standar nasional berada di kisaran Rp2.800.000–Rp3.500.000.
Lonjakan harga biasanya terjadi mendekati hari raya karena tingginya permintaan. Oleh karena itu, masyarakat disarankan membeli lebih awal agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
Selain harga, kondisi hewan juga harus diperhatikan sebelum membeli. Fikri menegaskan ciri kambing sehat mudah dikenali.
“Kambingnya lincah, larinya cepat. Itu ciri yang gampang dalam pengamatan,” katanya.
Berikut tips memilih hewan kurban:
1. Pastikan cukup umur
Kambing harus berusia minimal satu tahun agar sah secara syariat. Umur ini bisa dilihat dari kondisi gigi yang sudah tanggal bagian depan.
2. Pilih hewan yang sehat
Hewan yang sehat biasanya aktif, tidak lemas, dan memiliki nafsu makan baik. Selain itu, mata tampak jernih dan bulu terlihat bersih.
3. Tidak cacat fisik
Pastikan hewan tidak pincang, buta, atau terlalu kurus saat dipilih. Kondisi fisik yang baik menjadi syarat utama sahnya kurban.
4. Periksa dokumen kesehatan
Pembeli disarankan memastikan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen ini menjamin hewan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
5. Pilih tempat terpercaya
Belilah hewan kurban di lokasi yang bersih dan terpercaya. Hindari tempat yang dekat dengan limbah karena berisiko terhadap kesehatan hewan.
Kini, masyarakat juga bisa membeli hewan kurban secara online melalui platform seperti Tokopedia. Cara ini memudahkan dalam membandingkan harga sekaligus memastikan distribusi kurban lebih tepat sasaran. (*)
Artikel Asli




