REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Barang bukti diperlihatkan saat rilis pengungkapan perkara produksi dan penjualan phising tools ilegal di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan penyedia perangkat lunak (phishing tools) ilegal yang beroperasi lintas negara dan berhasil menangkap dua orang tersangka berinisial GWL dan FYTP di kawasan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun kerugian global dari praktik ilegal ini mencapai sekitar Rp 350 miliar.
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} sumber : Republika
Advertisement
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5353769/original/010768900_1758181219-PHOTO-2025-09-18-14-17-10__1_.jpg)



