Jakarta: Menjelang perjalanan ibadah haji 2026, melaksanakan salat sunnah safar dapat menjadi ikhtiar bagi para calon jemaah haji untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT. Salat sunnah ini dapat dilakukan kapan saja baik saat hendak berangkat dari rumah atau sesampainya di tujuan.
Baca Juga :
Lafal Talbiyah: Bacaan, Arti, dan Makna di Balik Panggilan SuciBacaan latin: “Ushallii sunnatas safari rak’ataini lillaahi ta’ala”.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah ta’âla”. Tata cara salat safar Melansir laman NU Online, pelaksanaan salat safar tidak jauh berbeda dengan salat sunnah lainnya, dimulai dengan berwudhu, menutup aurat, membaca niat dan dimulai dengan takbiratul ihram. Berikut panduannya:
- Membaca niat salat sunnah safar dua rakaat.
- Pada rakaat pertama setelah membaca Surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan Surat Al-Kafirun dan di rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas.
- Rukuk, itidal, sujud dan tasyahud sama seperti salat sunnah pada umumnya.
- Setelah salat sunnah safar selasai dianjurkan membaca ayat kursi.
Bacaan latin: “Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim”.
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.” (QS. Al-Baqarah: 255). Doa setelah salat safar Mengutip laman mui.or.id, setelah melaksanakan salat sunnah safar, terdapat doa yang dapat dilafalkan untuk memohon pertolongan, taufik, petunjuk dan keselamatan. Imam An-Nawawi dalam karyanya yang lain, menganjurkan doa berikut ini:
Artinya: “Ya Allah, hanya kepada-Mu aku meminta tolong, hanya kepada-Mu aku berpasrah. Tuhanku, tundukkanlah bagiku segala kesulitan urusanku, mudahkan untukku hambatan perjalananku, anugerahkanlah aku sebagian dari dari kebaikan melebihi apa yang kuminta, palingkan diriku dari segala kejahatan. Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkan urusanku. Ya Allah, aku meminta penjagaan dan menitipkan diriku, agamaku, keluargaku, kerabatku, dan semua yang telah Kauberikan kepadaku, baik kebaikan ukhrawi maupun duniawi. Lindungilah kami dari segala kejahatan, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.”
Demikian informasi seputar tata cara salat safar hingga doa yang dapat dipanjatkan. Melalui salat ini, diharapkan kita selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT.
(Surya Mahmuda)




