Poin-Poin Sidang Panas Calon Bos The Fed Kevin Warsh: dari Epstein hingga 'Boneka' Trump

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Calon kuat Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, menghadapi tekanan keras dari senator Partai Demokrat dalam sidang konfirmasi yang berlangsung panas untuk menentukan kelayakannya menjabat sebagai pimpinan bank sentral Amerika Serikat tersebut.

Dalam sesi yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026), Warsh dihadapkan pada sejumlah kritik dan tudingan, termasuk bahwa dirinya akan menjadi “boneka” Presiden Donald Trump hingga pertanyaan terkait keterkaitannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Berikut sejumlah poin utama dari sidang Kevin Warsh di hadapan Senat AS, seperti dikutip BBC:

Warsh Bantah Jadi “Boneka” Trump

Senator Elizabeth Warren, anggota senior Demokrat di Komite Perbankan yang mengawasi proses konfirmasi, menilai Warsh berpotensi hanya menjadi “boneka” Trump jika menjabat sebagai Ketua The Fed.

Trump sebelumnya menyiratkan bahwa Warsh, jika dikonfirmasi, akan sejalan dengan agendanya, termasuk menurunkan suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi AS.

Selama ini, Trump kerap berselisih secara terbuka dengan Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, terutama terkait kebijakan suku bunga. Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei.

Baca Juga

  • Risalah FOMC The Fed: Ketidakpastian Geopolitik Geser Arah Kebijakan Moneter AS
  • Powell: Ekspektasi Inflasi Masih Terkendali, The Fed Pilih Wait and See
  • Harga Emas di Pasar Spot Berusaha Bangkit Usai The Fed Tahan Suku Bunga Acuan

“Memiliki ‘boneka’ di pucuk pimpinan The Fed akan memberi presiden akses terhadap kewenangan besar bank sentral untuk memperkaya dirinya, keluarganya, dan rekan-rekannya di Wall Street,” ungkap Warren seperti dikutip BBC.

Menanggapi hal itu, Warsh menegaskan bahwa dirinya sama sekali menolak anggapan akan menjadi perpanjangan tangan presiden.

Mantan gubernur The Fed itu menekankan bahwa independensi bank sentral AS sangat penting dan berkomitmen menjaga otonomi lembaga tersebut.

Keterkaitan dengan Epstein

Warren yang menentang pencalonan Warsh juga menyoroti potensi hubungan Warsh dengan Jeffrey Epstein.

Warsh telah mengungkapkan kepemilikan aset finansial senilai ratusan juta dolar AS, termasuk dana investasi dengan nilai minimal US$100 juta yang rincian aset dasarnya tidak dijelaskan.

“Apakah dana tersebut berinvestasi pada perusahaan yang berafiliasi dengan Presiden Trump atau keluarganya, perusahaan yang memfasilitasi pencucian uang, perusahaan yang dikendalikan China, atau kendaraan pembiayaan yang didirikan oleh Jeffrey Epstein?” tanya Warren.

Warsh tidak menjawab secara langsung, namun menyatakan akan melepas kepemilikan asetnya jika dikonfirmasi sebagai Ketua The Fed.

Namanya memang muncul beberapa kali dalam dokumen Departemen Kehakiman terkait Epstein, meski keberadaan dalam catatan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran hukum.

Bantah Kesepakatan dengan Trump

Dalam sidang tersebut, Warsh juga membantah adanya kesepakatan dengan Trump untuk menurunkan suku bunga sebagai imbalan atas pencalonannya.

“Presiden tidak pernah sekalipun meminta saya untuk berkomitmen pada keputusan suku bunga tertentu, titik, dan saya juga tidak akan pernah setuju untuk melakukannya jika ia meminta, tetapi hal itu tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Senator Demokrat dari Arizona, Ruben Gallego, mengutip laporan Wall Street Journal tahun lalu yang menyebut Trump sempat menekan Warsh dalam sebuah pertemuan agar menurunkan biaya pinjaman.

Sidang dimulai tak lama setelah Trump, dalam wawancara dengan CNBC, ditanya apakah ia akan kecewa jika Warsh tidak segera memangkas suku bunga.

“Saya akan kecewa,” jawab Trump. Suku bunga The Fed diketahui memengaruhi berbagai sektor, mulai dari kredit pemilikan rumah hingga pembiayaan kendaraan dan pinjaman korporasi.

Thom Tillis Tahan Dukungan

Dukungan dan penolakan terhadap Warsh secara umum terbagi berdasarkan garis partai. Namun, Senator Republik Thom Tillis menjadi satu-satunya yang menahan dukungan.

Tillis, yang tidak mencalonkan diri kembali, menyatakan mendukung pencalonan Warsh dan memuji “kredensial yang luar biasa” yang dimilikinya.

Meski demikian, senator dari North Carolina itu mensyaratkan agar penyelidikan terhadap Jerome Powell dihentikan sebelum ia memberikan suara persetujuan.

Trump sebelumnya kerap berselisih dengan Powell terkait kebijakan moneter.

Penyelidikan tersebut berkaitan dengan pembengkakan biaya renovasi gedung Federal Reserve. Tillis menyebut pembengkakan biaya itu “disayangkan” namun “sah”.

Powell berencana tetap menjabat setelah masa jabatannya berakhir pada 15 Mei jika Warsh belum dikonfirmasi. Sikap Tillis berpotensi membuat skenario tersebut terjadi.

Dorong “Perubahan Rezim” di The Fed

Warsh berjanji akan melakukan “perubahan rezim” di tubuh The Fed jika dikonfirmasi, termasuk merombak metode pengukuran inflasi dan komunikasi kebijakan.

Dalam pernyataan pembukaannya, ia mengkritik kebijakan “forward guidance” yang selama ini digunakan untuk memberi sinyal arah suku bunga ke depan.

Ia menilai kebijakan tersebut “tidak membantu” dan menginginkan rapat The Fed yang lebih dinamis tanpa “naskah yang sudah disiapkan”.

Warsh juga menjanjikan “kerangka inflasi baru”, yang mengindikasikan kemungkinan penyimpangan dari penggunaan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) sebagai acuan inflasi.

Namun demikian, belum jelas secara rinci bagaimana Warsh akan mengubah pendekatan The Fed dalam menilai inflasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibayangi China, Sekutu Amerika Serikat Dituntut Bayar Lebih Mahal Demi Impor Mineral Kritis
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DJP Tegaskan PPN Tol Masih Wacana, Belum Berlaku bagi Masyarakat
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhub gandeng PSN perkuat konektivitas 3TP berbasis satelit
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Tentang Aplikasi Kawal Haji untuk Laporan Pengaduan, Ini Cara Pakainya
• 10 jam laludetik.com
thumb
Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Dimanfaatkan untuk Isi Ulang Amunisi Militer
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.