JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menggencarkan pemantauan terhadap sejumlah titik rawan gerakan tanah atau longsor di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, terutama saat curah hujan meningkat.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan wilayah Jakarta Selatan menjadi salah satu fokus utama pemantauan, khususnya di sekitar aliran Sungai Ciliwung.
“Wilayah yang longsor itu kita cermati betul terutama di wilayah Jakarta Selatan. Kami sudah sering sekali melakukan penyisiran sungai, terutama di Sungai Ciliwung pada titik tertentu,” ujar Yohan kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Jaksel–Jaktim Masuk Zona Rawan Longsor, Berikut Daftar Wilayahnya
BPBD terus melakukan pemetaan dan koordinasi dengan kelurahan di wilayah rawan, sekaligus memantau kondisi di lapangan secara berkala.
Menurut Yohan, BPBD juga berperan sebagai koordinator dalam penanganan potensi bencana tersebut dengan melibatkan berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
“Kita koordinasikan dengan kelurahan. BPBD itu fungsinya seperti koordinator,” kata Yohan.
Selain pemantauan, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta untuk langkah penanganan sementara di titik-titik rawan, termasuk pemasangan dolken atau penahan darurat.
“Sekarang yang sedang dikerjakan dengan SKPD SDA itu buat dolken, karena sepengetahuan kami itu stok yang dimiliki kawan-kawan SDA,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk penanganan jangka panjang seperti pembangunan turap akan diusulkan melalui mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Baca juga: Eks Kadis LH Tersangka Longsor Bantargebang, Rano Karno: Sudah Diingatkan Sejak 2024
Yohan juga mengingatkan bahwa kewenangan pengelolaan Sungai Ciliwung berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).
“Saya ingatkan lagi bahwa yang punya kewenangan di Sungai Ciliwung ada Kementerian PUPR dalam hal ini BBWSCC. Tugas di dinas adalah pembebasan lahan,” kata dia.
Sebelumnya, Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta mencatat sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masuk kategori zona menengah gerakan tanah berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Berikut daftarnya
Jakarta Selatan:
- Cilandak
- Jagakarsa
- Kebayoran Baru
- Kebayoran Lama
- Mampang Prapatan
- Pasar Minggu
- Pesanggrahan
Jakarta Timur:
- Kramatjati
- Pasar Rebo
BPBD mengimbau pemerintah wilayah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan berada di atas normal karena berpotensi memicu pergerakan tanah di area lereng, tebing, dan bantaran sungai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




