Perkuat Daya Saing, GOW Sumenep Bekali Perempuan Keterampilan Advokasi Kerja

realita.co
8 jam lalu
Cover Berita

SUMENEP (Realita) – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep menggelar seminar dan pelatihan advokasi bertema “Perempuan Mandiri Advokasi untuk Kesejahteraan di Dunia Kerja”, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumenep. Peserta berasal dari berbagai organisasi perempuan di daerah setempat.

Baca juga: Konferensi Pers Mendadak Batal, Ada Apa di Balik Temuan 27,83 Kg Diduga Kokain di Sumenep?

Seminar ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas perempuan menghadapi tantangan dunia kerja yang kian dinamis. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi tentang pentingnya advokasi.

Sekretaris GOW Sumenep, Diah Suryani Widayati, menyampaikan bahwa tema yang diangkat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Ia menilai perempuan perlu dibekali kemampuan yang memadai.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam berbagai sektor kehidupan. Tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya.

“Perempuan memiliki peran penting dalam berbagai sektor. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama terkait perlindungan hak dan akses terhadap pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Baca juga: Polres Sumenep Amankan 27,8 Kg Diduga Kokain di Pesisir Giligenting

Diah menegaskan bahwa kemampuan advokasi menjadi kebutuhan penting di era modern. Perempuan dituntut mampu memahami dan memperjuangkan haknya.

“Advokasi bukan sekadar berbicara di depan umum, tetapi juga keberanian menyuarakan kebenaran serta memahami hak dan kewajiban secara bijak,” katanya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis. Termasuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja.

Baca juga: Pemkab Sumenep Terapkan Penghematan BBM, Jumat Wajib Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan

Ia menambahkan, perempuan harus mampu menjadi subjek aktif dalam pembangunan. Bukan sekadar objek, melainkan pelaku yang berdaya dan mandiri.

Selain itu, Diah menyoroti pentingnya aspek non-ekonomi dalam kesejahteraan kerja. Hal ini seringkali luput dari perhatian.

“Rasa aman, perlindungan hukum, lingkungan kerja yang sehat, serta penghargaan terhadap martabat manusia juga menjadi bagian penting dari kesejahteraan,” tuturnya. (haz)

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB: Karhutla Hanguskan Satu Hektare Lahan di Kutai Barat
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas, Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan
• 19 jam laludetik.com
thumb
Permintaan Foto Bareng Ditolak Harry Styles, Azizah Salsha Tetap Happy
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Andi Hakim yang Tilap Dana Jemaat Gereja Rp 28 M Ditahan di Polda Sumut
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Sekjen Propindo Dukung Komisi III DPR Revisi UU Advokat
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.