JAKARTA, KOMPAS.TV – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Prof Hikmahanto Juwana, menyampaikan analisisnya terkait kapal perang Amerika Serikat (AS) yang melintas di Selat Malaka.
Kapal perang AS dilaporkan melintasi Selat Malaka pada Sabtu (18/4/2026). Dilansir Antara, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan kapal AS yang melintasi Selat Malaka itu hanya melakukan transit atau Hak Lintas Transit (Transit Passage).
Menurut Hikmahanto, ada kemungkinan di tengah situasi yang masih ‘panas’ di Timur Tengah, pihak AS harus mengirimkan kapal-kapal perang ke kawasan tersebut.
“Iya, jadi kenapa sekarang ini Amerika Serikat dan Iran masih panas dan banyak kapal Amerika yang lewat, itu kan kaitannya adalah mungkin banyak kapal-kapal dari berbagai pangkalan militer Amerika, termasuk yang dari Asia Pasifik ini yang harus ke Timur Tengah,” tuturnya dalam dialog Kompas Petang Kompas TV, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Iran Peringatkan AS Jika Berlagak Jadi Polisi di Selat Hormuz, Kapal Perang Mereka bakal Dihancurkan
Ia menyebut ada kemungkinan Presiden AS Donald Trump masih akan melancarkan serangan ke Iran, namun alutsista mereka menipis.
“Karena mungkin Trump akan melancarkan serangan kembali ke Iran, dan kemudian pada saat sekarang, karena kemarin sudah melakukan serangan, semakin menipis kan alutsista armada dan rudal, dan lain sebagainya, sehingga perlu mempertebal,” lanjutnya.
“Nah mempertebal itu dari mana kapal-kapal itu. Nah ini kapal-kapal yang katakanlah mungkin dari pangkalan militer di Australia, mungkin di Pasifik dan lain sebagainya, yang mereka akan melewati situ (Selat Malaka). Tapi kita Indonesia, tentu kita tidak bisa melarang,” tegasnya.
Hikmahanto mengatakan lintas damai kapal perang AS di Selat Malaka merupakan hal yang wajar terjadi.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, Antara
- hikmahanto juwana
- kapal perang amerika serikat
- kapal perang as
- kapal perang
- selat malaka
- kapal perang as di selat malaka





