Hasil Simulasi Pajak Denza D9, Tembus Rp19 Juta Setahun

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kehadiran Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 membawa babak baru bagi pasar kendaraan listrik premium di Tanah Air. Salah satu model yang terdampak cukup signifikan adalah Denza D9, MPV mewah besutan BYD yang selama ini menikmati pembebasan pajak penuh di level nasional.

Hapusnya skema pajak nol rupiah membuat biaya kepemilikan (cost of ownership) Denza D9 melonjak drastis, hingga mulai mendekati beban fiskal kendaraan kelas atas bermesin konvensional (ICE) maupun hybrid.

Sebelum berlakunya aturan baru, pemilik Denza D9 hanya diwajibkan membayar tagihan administratif tahunan sebesar Rp143.000, yang merupakan komponen SWDKLLJ. Hal ini dikarenakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mendapatkan insentif 100 persen.

Namun, di bawah payung hukum Permendagri 11/2026, status 'kebal pajak' tersebut berakhir. Kini, pajak dihitung berdasarkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dengan tambahan koefisien bobot yang mencerminkan beban kendaraan terhadap jalan.

Berdasarkan data kodefikasi terbaru, Denza D9 memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di daftar NJKB. Berikut adalah rincian simulasi untuk varian tertinggi (AWD):

Komponen Biaya

Skema Lama (Hingga 2025)

Aturan Permedagri (2026)

PKB (Pajak Tahunan)

Rp0

Rp19.551.000

SWDKLLJ

Rp143.000

Rp143.000

Biaya Administrasi

± Rp50.000

± Rp50.000

Tota Beban Tahunan

± Rp193.000

± Rp19.744.000

Adapun, simulasi di atas tidak serta merta diterapkan secara nasional. Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki kewenangan untuk mengaturnya sehingga ada kemungkinan tidak mencapai angka tersebut.

Baca Juga

  • Dedi Mulyadi: Pajak Kendaraan Listrik Tetap Dipungut untuk Jaga PAD
  • Simulasi Perhitungan Pajak Vinfast VF3 Berdasarkan Permendagri 11/2026
  • Simulasi Perhitungan Pajak Kendaraan Listrik Wuling, BYD, hingga Jaecoo

Meskipun dikenakan pajak, penggunaan mobil listrik dinilai masih lebih ekonomis jika dihitung secara menyeluruh seperti biaya listrik pengisian daya dibandingkan dengan bahan bakar konvensional hingga biaya perawatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Telepon Albanese, Prabowo Siap Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Vonis Mati untuk Pemerkosa dan Pembunuh Anak di Tulang Bawang
• 30 menit lalukompas.id
thumb
Kabar Buruk untuk Timnas Indonesia? Utusan Donald Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Melesat, Saham MDIA Dikunci Bursa
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Kesehatan Jadi Prioritas, Jemaah Haji Indonesia Diminta Tidak Memaksakan Diri Selama di Tanah Suci
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.