PSBS Biak dan Semen Padang Diprediksi Bakal Degradasi: Bagaimana dengan PSM Makassar, Persis dan Madura United?

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR –Persaingan papan bawah Super League 2025/2026 kini memasuki fase paling menegangkan. Di tengah prediksi bahwa PSBS Biak dan Semen Padang FC menjadi dua tim yang paling berpeluang terdegradasi, pertanyaan besar justru mengarah pada tiga tim lain: PSM Makassar, Persis Solo, dan Madura United. Siapa yang akan bertahan, dan siapa yang harus turun kasta?

Kemenangan dramatis Persis Solo atas Bhayangkara FC menjadi salah satu titik penting dalam dinamika ini. Sempat tertinggal cepat lewat gol Moussa Sidibe di menit ketiga, Laskar Sambernyawa menunjukkan karakter kuat dengan bangkit melalui gol Dimitri Lima pada menit ke-31 dan sundulan Luka Dumancic di masa injury time babak pertama.

Hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga suntikan moral yang sangat besar. Persis kini mengoleksi 27 poin dan naik ke peringkat 15—tepat satu tingkat di atas zona degradasi. Posisi ini memang masih rapuh, tetapi setidaknya memberi harapan di tengah tekanan yang luar biasa ketat.

Pelatih Persis, Milomir Seslija, mengapresiasi perjuangan timnya dan melihat kemenangan ini sebagai modal penting untuk laga berikutnya.

“Tim bermain dengan sangat bagus dan hasil ini membuat para pemain menambah keberanian untuk menatap laga selanjutnya. Dan selanjutnya kita akan melawan Persija yang hari ini bermain imbang dan mungkin kita perlu penyegaran karena tidak akan mudah menghadapi Persija di Jakarta,” kata Milo.

Namun, kemenangan Persis justru membuat tekanan semakin besar bagi tim lain, terutama PSM Makassar. Dengan koleksi 28 poin, mereka hanya unggul tipis dari Persis dan belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Situasi ini menjadi semakin genting karena Madura United masih memiliki peluang untuk menyalip jika mampu meraih hasil positif di laga mereka.

Bagi PSM, laga melawan Persik Kediri menjadi titik balik yang sangat menentukan. Tidak berlebihan jika pertandingan ini disebut sebagai “final dini”. Kemenangan akan membawa mereka ke 31 poin dan sedikit menjauh dari zona merah. Sebaliknya, kegagalan meraih tiga poin bisa menjadi awal dari kemerosotan yang sulit dihentikan.

Penyerang PSM, Sheriddin Boboev, menyadari betul situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa timnya siap memberikan segalanya demi meraih kemenangan.

“Kita bekerja memaksimalkan. Saya pikir laga besok cukup penting, kita akan berusaha memberikan segalanya, tiga poin,” katanya.

Lebih dari itu, Boboev menunjukkan mentalitas yang jarang dimiliki dalam situasi penuh tekanan. Ia melihat kondisi sulit ini sebagai peluang untuk menjadi lebih kuat.

“Saya tahu tugas saya membantu klub. InsyaAllah kita bisa keluar dari situasi sulit ini. Saya sudah punya pengalaman sebelumnya di situasi seperti ini,” ucapnya.

“Ini hanya membuat kita jauh lebih kuat secara emosi dan bagaimana lebih baik handle pressure, ambil tanggungjawab dari tugas-tugas kita,” sebutnya.

Namun optimisme saja tidak cukup. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa Persik Kediri bukan lawan yang mudah. Mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi dan catatan pertemuan yang cenderung menyulitkan PSM. Dalam lima pertemuan terakhir, empat laga berakhir imbang dan satu dimenangkan Persik—indikasi bahwa duel ini hampir selalu berlangsung ketat dan penuh tensi.

Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, bahkan menegaskan bahwa mentalitas akan menjadi faktor penentu.

“Saya sudah ingatkan pemain bahwa di laga besok jadi pembeda adalah mentalitas kalian,” sebutnya.

“Di masa sulit seperti ini, mental menentukan seberapa jauh kita melangkah, seberapa bagus kita capai, itu tergantung mentalitas kita sebagai individu maupun sebagai satu tim.”

Sementara itu, posisi Madura United juga tidak kalah genting. Mereka berada tepat di zona merah dan belum memainkan laga pekan ke-29. Artinya, peluang untuk keluar dari zona degradasi masih terbuka, tetapi tekanan untuk meraih hasil maksimal juga semakin besar.

Jika melihat peta kekuatan saat ini, PSBS Biak dan Semen Padang memang menjadi kandidat terkuat untuk terdegradasi. Namun satu slot tersisa masih akan diperebutkan sengit oleh PSM, Persis, dan Madura United.

Faktor penentu bukan hanya kualitas tim, tetapi juga konsistensi dan mentalitas di sisa laga. Tim yang mampu menjaga fokus, meminimalkan kesalahan, dan memaksimalkan peluang akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.

Di titik ini, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Setiap pertandingan adalah final. Setiap poin adalah nyawa. Dan bagi PSM Makassar, Persis Solo, serta Madura United, sisa musim ini akan menjadi ujian sejati tentang siapa yang benar-benar layak bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ingin Kirim Putra-Putri Terbaik Bangsa ke Rusia, Ikuti Pelatihan Kosmonot
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Rayakan Peran Perempuan, Top Women Fest 2026 Siap Digelar!
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sindikat Ganjal ATM di Cipayung Jaktim Ditangkap, Perannya dari Mengganjal hingga Ambil Kartu
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Bupati Ipuk Seahkan 18 Truk untuk KDKMP ke Pengurus Koperasi, Ini Catatannya
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Inilah 2 Dirjen yang Kehilangan Jabatan, Menkeu Purbaya: Istirahat Dulu
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.