Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penambahan alokasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) guna memperluas cakupan masyarakat miskin dan rentan.
Menurutnya, program Penerima Bantuan Iuran (PBI) saat ini masih berjalan dan menjadi salah satu skema utama perlindungan sosial di bidang kesehatan. Pemerintah juga mempertimbangkan integrasi data berbasis desil ekonomi untuk memperluas jangkauan penerima.
Hal itu disampaikannya saat meninjau calon Sekolah Rakyat di kawasan STIA LAN Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
“Ya, PBI jalan, alhamdulillah. Iya, itu salah satu apa ya, skema yang kita siapkan juga. Jadi kalau misalnya nanti kita perpadukan pada desil, kalau desil 1 sampai 4 itu sudah 120 juta. Maka itu ada semacam gagasan untuk menambah alokasi. Sekarang kan 96.800.000 jiwa. Kalau nanti ada penambahan, tentu itu kita akan bisa melakukan penjangkauan kepada desil 1, 2, 3, dan 4,” ujar Gus Ipul.
Dia menjelaskan, saat ini jumlah peserta PBI berada di kisaran 96,8 juta jiwa. Namun, jika alokasi ditingkatkan, pemerintah berpotensi menjangkau hingga 120 juta penduduk yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Kendati demikian, rencana tersebut masih dalam tahap awal dan belum dibahas secara menyeluruh lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah akan segera melakukan koordinasi lanjutan untuk mematangkan kebijakan tersebut.
“Mulai ada pembahasan tapi belum secara komprehensif, ya. Jadi baru berupa gagasan. Kemudian nanti insyaallah akan kita tindak lanjuti dengan Kementerian Kesehatan, dengan BPJS Kesehatan, dengan BPS dalam beberapa waktu ke depan,” tandasnya.





