UU PPRT Disahkan, Warga Bekasi Pilih Rekrut ART dari Kerabat demi Kepercayaan

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah pengguna jasa asisten rumah tangga (ART) di Bekasi, Jawa Barat, mengaku lebih memilih merekrut pekerja secara langsung atau melalui rekomendasi kerabat dibandingkan menggunakan jasa perusahaan penyedia ART.

Alasan utama yang melatarbelakangi pilihan tersebut adalah faktor kepercayaan serta kemudahan dalam mengenal latar belakang pekerja secara langsung.

Salah satunya diungkapkan Kurnia Dwi Hapsari (37), warga Bekasi Barat, yang memilih merekrut ART tanpa melalui yayasan.

Baca juga: Copet Ponsel yang Diarak Keliling Tanah Abang Tak Ditahan

“Kalau saya cari langsung, terutama dari warga sekitar sini, jadi lebih enak. Kalau ada apa-apa tidak perlu pusing mencari bebet-bobotnya,” ungkap Kurnia kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Menurut dia, pendekatan tersebut membuat proses adaptasi lebih mudah karena ART berasal dari lingkungan yang sudah dikenal.

Kurnia menegaskan, sejak awal dirinya selalu menyampaikan secara terbuka terkait jenis pekerjaan, jumlah anggota keluarga, hingga jam kerja.

“Saya butuhnya jaga anak dan membantu pekerjaan rumah. Kerja dari jam 7 sampai jam 4. Kalau di luar jam kerja itu nanti ada uang tambahan. Yang terpenting, yaitu jujur,” katanya.

Ia menyebut kesepakatan upah menjadi hal utama yang dibicarakan sejak awal, sekaligus menjadi dasar evaluasi kinerja.

“Masalah upah diomongin di awal, sepakat atau tidak dengan jumlah yang ditawarkan. Kemudian saya lihat setiap tahunnya, kalau memang bagus ada kenaikan gaji,” ujarnya.

Untuk tunjangan hari raya (THR), Kurnia mengaku rutin memberikan satu kali gaji, bahkan terkadang mendapat tambahan dari anggota keluarga lain di rumah.

“Yang pasti ART itu dibayarnya selalu tepat waktu, meskipun majikannya belum gajian pun diusahakan,” ucapnya.

Baca juga: Bau Pesing Muncul di JPO Stasiun Palmerah Diduga akibat Tunawisma Kencing Sembarangan

Dalam penerapan kerja, Kurnia memberlakukan sistem enam hari kerja dengan satu hari libur. Ia juga memberikan fleksibilitas izin jika ada kebutuhan mendesak.

“Kalau mendesak seperti itu, tentu saya izinkan. Tapi biasanya ART saya tidak pernah izin mendadak. Semuanya dikomunikasikan,” ujarnya.

Ia mengaku memperlakukan ART sebagai bagian dari keluarga, termasuk dalam hal lingkungan kerja dan waktu istirahat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kadang kalau anak saya tidur, ART ikut tidur, dan itu tidak apa-apa,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Surabaya Domino Tournament 2026 Berjalan Meriah, Kolaborasi Pordi dan HGI Jadikan Domino Lebih Dari Sekadar Permainan
• 13 jam lalurealita.co
thumb
Pemprov Kalteng Pastikan Stok Pangan Kalteng Aman
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Ini Alasan Dewa United U-20 Batalkan Rencana Proses Hukum serta Terima Permintaan Maaf Bhayangkara FC U-20 dan Fadly Alberto
• 4 jam lalubola.com
thumb
Kisah Syafina: Jemaah Haji Berusia 13 Tahun, Dampingi Ayah ke Tanah Suci
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Terima Komitmen Kepatuhan YouTube Atas PP Tunas, Usia Minimal Pengguna 16 Tahun
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.