VIVA – Mantan ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, menegaskan bahwa tekanan dan ancaman tidak akan membuahkan hasil terhadap Iran. Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, Mogherini menyatakan: "Orang Iran adalah negosiator yang ulung, baik secara teknis maupun diplomatik."
Ia menambahkan: "Teheran telah setia pada komitmennya, namun karena Amerika Serikat keluar dari JCPOA, mereka tidak menikmati manfaat ekonomi penuh dari kesepakatan tersebut."
Mogherini juga menekankan bahwa tim negosiator Iran memiliki keunggulan signifikan berkat pengetahuan teknis dan memori sejarah mereka. "Tekanan semata dan ancaman tidak akan efektif terhadap Iran."
Ketua Parlemen Iran yang juga ketua tim negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Iran tidak akan mengadakan negosiasi dengan AS jika Washington terus mengancam Republik Islam, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
"[Presiden AS Donald Trump] ingin mengubah negosiasi menjadi penandatanganan penyerahan diri. Tetapi kami tidak menerima dialog yang dilakukan di tengah ancaman terus-menerus," tulis Mohammad Bagher Ghalibaf, negosiator utama Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, di X.
Ghalibaf menyatakan negaranya "siap untuk menunjukkan keseimbangan kekuatan baru di medan perang," dengan menambahkan bahwa persiapan untuk ini "telah berlangsung selama dua minggu terakhir."
"Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir kami telah bersiap untuk menunjukkan kartu baru di medan perang," tulis Mohammad Bagher Ghalibaf, negosiator utama Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, di X.
Pada hari Senin, Presiden Donald Trump kembali mengancam Iran dengan kekuatan militer yang luar biasa, dengan mengatakan bahwa "banyak bom akan mulai meledak" jika tidak ada kesepakatan yang tercapai sebelum gencatan senjata dengan Teheran berakhir pada Selasa malam.
Dalam serangkaian unggahan yang penuh amarah di platform Truth Social miliknya, Trump bersikeras bahwa blokade tersebut "benar-benar menghancurkan" Iran dan mengatakan bahwa blokade itu tidak akan berakhir "sampai ada 'KESEPAKATAN'", di mana Amerika Serikat mendesak konsesi Iran terkait program nuklirnya yang kontroversial.
Teheran menolak untuk mengkonfirmasi apakah Iran akan berpartisipasi dalam putaran kedua pembicaraan di Islamabad, dan menuduh AS melanggar gencatan senjata melalui blokade pelabuhan Iran dan penyitaan sebuah kapal. (ParsToday)





