Jakarta: Generasi muda atau milenial kerap memiliki persepsi layanan perbankan syariah bersifat eksklusif dan kaku. Padahal, prinsip transparansi dan keadilan yang diusung perbankan syariah sangat sejalan dengan gaya hidup anak muda modern yang sadar perencanaan keuangan.
Brand Ambassador Permata Bank Morgan Oey menyoroti generasi muda saat ini membutuhkan layanan perbankan yang memiliki tiga pilar utama yaitu praktis, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan sehari-sehari.
"Di umur sekarang ini, kita harus punya fondasi keuangan yang baik. Kita harus tahu cara mengatur pengeluaran, menyiapkan dana darurat, dan menghindari utang yang sifatnya konsumtif," ujar Morgan saat konferensi pers, Rabu, 22 April 2026.
Brand Ambassador Permata Bank Morgan Oey. Foto: Metrotvnews.com/Richard Alkhalik.
Baca Juga :
Permata Bank Perluas Akses Layanan Syariah untuk Dorong Inklusi KeuanganLewat lini produk PermataKTA iB Multiguna, Permata Bank Syariah kini memfasilitasi nasabah untuk mulai berinvestasi pada instrumen logam mulia dengan aman, nyaman dan dapat diakses di mana saja dengan sepenuhnya berlandaskan prinsip syariah melalui aplikasi mobile banking PermataME.
Morgan mengakui, sebelumnya ia sempat beranggapan layanan syariah hanya diperuntukkan bagi segmen agama tertentu. Ia mengatakan stigma tersebut terpatahkan setelah melihat adaptasi layanan Permata Bank Syariah yang sangat inklusif dan memfasilitasi kebutuhan masyarkat modern lintas sektor.
Ekosistem digital yang ditawarkan melalui aplikasi PermataME dinilai sangat menjawab tuntutan efisiensi generasi muda. Ia menambahkan hanya melalui smartphone, anak muda tidak hanya dapat melakukan transaksi, tetapi juga memperoleh literasi perencanaan keuangan yang transparan, adil, dan bertanggung jawab tanpa proses administrasi yang rumit.
"Ternyata tidak eksklusif, sangat-sangat inklusif dan tidak ribet. Sangat cocok dengan anak muda sekarang," kata Morgan.




