Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bersama Swiss Import Promotion Programme melepas ekspor 24 ton gula kelapa organik dan gula kelapa cair natural produksi UMKM ke Ghana dengan nilai mencapai 63.400 dolar AS atau setara Rp1,1 miliar di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2026).
Ekspor ini difasilitasi melalui buyer internasional asal Swiss yang menjalin kerja sama dengan pelaku usaha menengah Indonesia.
Produk yang dikirim mencerminkan keunggulan komoditas berbasis sumber daya lokal Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.
Selain itu, produk tersebut menunjukkan bahwa usaha menengah Indonesia telah memenuhi standar kualitas internasional.
Standar global yang dipenuhi mencakup aspek keberlanjutan, keamanan pangan, serta konsistensi pasokan.
Peran Program Selling Mission dan Dukungan SippoDeputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman menyatakan bahwa capaian ekspor ini merupakan hasil nyata dari program Selling Mission Eropa 2025.
"Ekspor ini merupakan hasil nyata dari program Selling Mission Eropa 2025," ungkap Bagus.
Program Selling Mission Eropa 2025 merupakan inisiatif Kementerian UMKM bersama Sippo Indonesia.
Sippo Indonesia berperan sebagai fasilitator utama dalam proses ekspor melalui kurasi produk dan pendampingan UMKM.
Selain itu, Sippo juga melakukan business matching dengan buyer global serta memastikan produk memenuhi standar internasional.
Dukungan Sippo turut mencakup penyediaan riset pasar dan jejaring importir yang relevan.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pasar nontradisional termasuk kawasan Afrika.
Efektivitas Fasilitasi Pemerintah Dorong UMKM Go GlobalAsisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah, Harun menyebut capaian ini sebagai bukti efektivitas fasilitasi pemerintah.
"Capaian ini menjadi bukti efektivitas fasilitasi pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar internasional," ujarnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Sippo dan mitra internasional lainnya.
Langkah ini bertujuan membuka lebih banyak peluang ekspor serta memperluas akses pasar bagi UMKM Indonesia.
Export Promotion Manager Sippo Indonesia, Andina Auria Dwi Putri mengapresiasi kolaborasi dengan Kementerian UMKM dalam mendukung ekspor ini.
"Kolaborasi ini berhasil memastikan importir Swiss mendapatkan akses ke pemasok berkualitas tinggi sesuai kebutuhan pasar," jelasnya.




