VIVA – Seorang turis wanita dari Amerika Serikat mengklaim telah mengalami pelecehan seksual di sebuah homestay di distrik Kodagu, negara bagian Karnataka selatan, India. Korban mengaku dibius dan dilecehkan secara seksual di homestay tersebut.
Polisi mengatakan kepada The Independent pada hari Rabu, 22 April 2026, bahwa turis tersebut dilecehkan oleh seorang pekerja di properti tersebut, sementara pemilik homestay dituduh berupaya menutupi insiden tersebut.
Insiden itu terjadi pekan lalu di desa Kutta, daerah perbukitan di barat daya Karnataka, tempat wanita tersebut menginap selama tiga hari. Polisi mengatakan korban segera menghubungi Kedutaan Besar AS setelah kejadian tersebut, yang kemudian memberi tahu pihak berwenang setempat, sehingga memicu tindakan hukum.
Polisi telah menangkap dua pria, termasuk pemilik properti dan seorang anggota staf, setelah menerima pengaduan, menurut beberapa laporan media.
Sebuah pengaduan resmi telah didaftarkan berdasarkan pasal-pasal hukum yang relevan, dan keduanya akan tetap ditahan hingga 3 Mei. Para pejabat mengatakan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan.
Korban mengaku diberi minuman yang dicampur obat oleh pemilik homestay, setelah itu ia kehilangan kesadaran.
Ia menuduh seorang pekerja di properti tersebut melakukan pelecehan seksual terhadapnya selama waktu itu. Korban juga mengaku bahwa pemilik gagal membantunya untuk menghubungi pihak berwenang dan malah berusaha mencegahnya mencari bantuan.
Laporan menunjukkan bahwa layanan WiFi di properti tersebut mungkin sengaja dimatikan selama beberapa hari, membatasi kemampuannya untuk berkomunikasi dengan dunia luar.
Wanita itu dilaporkan tinggal di homestay tersebut selama hampir tiga hari sebelum akhirnya berhasil pergi, setelah meyakinkan penghuni homestay bahwa ia bermaksud melanjutkan perjalanannya ke tempat lain di negara bagian tersebut.
Setelah meninggalkan tempat tersebut, ia menghubungi kedutaan besar AS di ibu kota Delhi, yang kemudian memfasilitasi komunikasi dengan pihak berwenang India.
Berdasarkan laporan ini, polisi mendaftarkan kasus dan memulai tindakan. Polisi mengatakan pemeriksaan forensik, medis, dan prosedur lainnya telah dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan.
Laporan tentang serangan seksual dan pemerkosaan merajalela di India. Menurut data resmi, polisi mencatat 31.516 kasus pemerkosaan pada tahun 2022, peningkatan 20 persen dari tahun 2021, yang berarti India mencatat rata-rata hampir 90 kasus pemerkosaan setiap hari dan satu wanita diperkosa setiap 18 menit.





