Astra International (ASII) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah mulai memberikan dampak terhadap biaya produksi perseroan.
IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah mulai memberikan dampak terhadap biaya produksi perseroan.
Presiden Direktur ASII, Rudy, mengatakan bahwa fluktuasi rupiah berpengaruh pada struktur biaya, terutama pada komponen bahan baku yang masih bergantung pada pasar global.
"Pelemahan rupiah tentu akan berdampak ke ongkos produksi kita," katanya dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar di Menara Astra, Jakarta Pusat pada Kamis (23/4/2026).
Menurut Rudy, meskipun tingkat kandungan lokal pada industri otomotif sudah cukup tinggi, ketergantungan terhadap bahan baku impor tetap membuat biaya produksi sensitif terhadap pergerakan nilai tukar.
"Karena kita tahu bahwa kita memang, kalau di mobil itu kita masih lokal konten, tapi kan di raw materialnya itu berpengaruh juga," lanjutnya.
Namun demikian, ASII menegaskan memiliki keunggulan dari sisi diversifikasi bisnis yang mampu meredam tekanan tersebut. Perseroan memiliki ekosistem usaha yang mencakup berbagai lini, mulai dari distribusi hingga ritel.
"Tapi untungnya adalah kita punya ekosistem yang cukup lengkap, distribusi, ritel dan sebagainya, sehingga ketahanan kita lebih tinggi, karena kita bisa mem-balance satu sama lain," ungkapnya.
Rudy menyebut Perseroan juga terus mencari solusi untuk menjaga kelangsungan bisnis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari sumber alternatif untuk bahan baku yang terbatas, seperti plastik, serta melakukan penyesuaian rute distribusi ke wilayah yang lebih aman dan efisien.
"Intinya adalah bagaimana kita bisa bring efficiency," tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)





