Astra (ASII) Akui Pelemahan Rupiah Berdampak Pada Ongkos Produksi, Begini Strateginya

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Astra International (ASII) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah mulai memberikan dampak terhadap biaya produksi perseroan.

Astra (ASII) Akui Pelemahan Rupiah Berdampak Pada Ongkos Produksi, Begini Strateginya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah mulai memberikan dampak terhadap biaya produksi perseroan.

Presiden Direktur ASII, Rudy, mengatakan bahwa fluktuasi rupiah berpengaruh pada struktur biaya, terutama pada komponen bahan baku yang masih bergantung pada pasar global.

Baca Juga:
Astra (ASII) Tetapkan Dividen Final 2025 Rp11,70 Triliun, Cair 25 Mei 2026

"Pelemahan rupiah tentu akan berdampak ke ongkos produksi kita," katanya dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar di Menara Astra, Jakarta Pusat pada Kamis (23/4/2026).

Menurut Rudy, meskipun tingkat kandungan lokal pada industri otomotif sudah cukup tinggi, ketergantungan terhadap bahan baku impor tetap membuat biaya produksi sensitif terhadap pergerakan nilai tukar.

Baca Juga:
Astra (ASII) Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Tunjuk Rudy Jadi Dirut

"Karena kita tahu bahwa kita memang, kalau di mobil itu kita masih lokal konten, tapi kan di raw materialnya itu berpengaruh juga," lanjutnya.

Namun demikian, ASII menegaskan memiliki keunggulan dari sisi diversifikasi bisnis yang mampu meredam tekanan tersebut. Perseroan memiliki ekosistem usaha yang mencakup berbagai lini, mulai dari distribusi hingga ritel.

Baca Juga:
Astra (ASII) Siap Bangun 1.000 Unit Hunian di Lahan KAI Lewat Skema CSR

"Tapi untungnya adalah kita punya ekosistem yang cukup lengkap, distribusi, ritel dan sebagainya, sehingga ketahanan kita lebih tinggi, karena kita bisa mem-balance satu sama lain," ungkapnya.

Rudy menyebut Perseroan juga terus mencari solusi untuk menjaga kelangsungan bisnis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari sumber alternatif untuk bahan baku yang terbatas, seperti plastik, serta melakukan penyesuaian rute distribusi ke wilayah yang lebih aman dan efisien.

"Intinya adalah bagaimana kita bisa bring efficiency," tuturnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tren Diabetes Meningkat, Ini Kelompok Paling Sering Konsumsi Gula
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov DKI Beri Diskon PBB-P2 hingga 10 Persen Mulai April 2026 untuk Ringankan Wajib Pajak
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Butuh Modal, Logisticsplus (LOPI) Gelar Rights Issue dan Private Placement Sekaligus
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Rupiah Dibuka Melemah Sentuh Rp17.255 per Dolar AS Hari Ini (23/4)
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
IHSG Berakhir Merosot 2,16 Persen, Rupiah di Rp 17.286 per Dolar AS
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.