Dedi Mulyadi Sentil Lulusan Sekolah Tinggi yang Cuma Mau Jadi ASN: Lapangan Kerja di Luar Itu Terbuka Lebar

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyoroti fenomena banyaknya lulusan berpendidikan tinggi yang justru mendominasi angka pengangguran terbuka. 

Menurutnya, hal ini terjadi karena dunia pendidikan masih terjebak pada pola pikir lama yang hanya mengarahkan siswa ke sektor formal.

Kritik tajam ini disampaikan KDM saat bertemu dengan jajaran pemerintah pusat di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (22/4). 

Ia menilai banyak anak muda yang kehilangan peluang emas karena terlalu fokus mengejar pekerjaan administratif.

"Sekolah selalu membangun pikiran untuk kerja pada sektor formal. Akhirnya, mereka ngantri di pabrik, antri jadi ASN mulai menjadi tenaga honorer, P3K. Padahal, lapangan kerja di luar itu terbuka lebar," tegas Dedi Mulyadi.

Guna mengatasi anomali tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah pusat sepakat melakukan perombakan besar-besaran pada sistem pendidikan vokasi. 

Strategi baru ini akan lebih fokus pada inovasi dan kemandirian ekonomi, terutama di sektor pariwisata, kebudayaan, hingga pengolahan sumber daya alam.

Dedi Mulyadi mendorong lembaga vokasi untuk berani melirik profesi yang selama ini dianggap sebelah mata namun punya pasar stabil, seperti ahli perkebunan kopi dan teh, pangan tradisional, hingga industri anyaman. 

Ia yakin kemandirian generasi muda hanya bisa dicapai jika mereka keluar dari zona nyaman lowongan kerja konvensional.

"Pasar kerja itu bisa terbangun dalam ruang inovasi, termasuk vokasi yang berkembang," tambah Dedi Mulyadi.

Langkah inovatif ini mendapat dukungan penuh dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno. 

Ia menekankan pentingnya menyelaraskan kualitas pendidikan dengan dinamika peluang kerja di era bonus demografi saat ini.

"Ini kan era bonus demografi. Jadi kami harus meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan peluang kerja. Tadi pak gubernur bilang, peluang kerja tidak hanya di teknologi, tapi juga di bidang kepariwisataan, kebudayaan, dan pemanfaatan kekuatan alam," tutur Pratikno.

Sebagai bentuk dukungan teknis, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan standar kompetensi yang matang untuk berbagai profesi baru di sektor pariwisata agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Phishing Tools Lintas Negara Capai 34 Ribu, Termasuk dari AS
• 7 jam laludetik.com
thumb
Gunakan Baju Adat, Kontingen Tim Indonesia Curi Perhatian di Opening Ceremony Asian Beach Games Sanya 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Umumkan Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Namun Ada Syarat
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenperin Harap Pajak Kendaraan Listrik Tak Ganggu Penjualan dan Produksi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Chelsea pecat Liam Rosenior
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.