SEMARANG, KOMPAS.TV - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, membantu pengobatan siswi kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP) berinisial T (15), yang diduga menjadi korban pembakaran oleh pamannya.
Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menangani permasalahan tersebut.
Pihak-pihak tersebut antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Sosial.
Siwi mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro (RSWN) Semarang untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan perawatan medis, setelah sempat terkendala biaya pengobatan.
Baca Juga: Hujan Deras Semalaman, Inilah Detik-Detik Tanah Longsor di Semarang | BERUT
"Kami juga sampaikan bahwa atas instruksi dari Ibu Wali Kota, kita lakukan atensi, intervensi terhadap korban,” jelasnya di Semarang, Rabu (22/4/2026), seperti dikutip Antara.
“Yang pertama kita lakukan adalah berkoordinasi dengan DP3A karena ini korbannya adalah di bawah umur," imbuhnya.
Penanganan kasus tersebut diawali dengan pendampingan dan asesmen mendalam bersama DP3A Kota Semarang.
Menurut dia, korban sempat dibawa ke rumah sakit swasta, namun orang tuanya terpaksa memulangkan korban karena terkendala biaya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- pemerintah kota semarang
- pemkot semarang
- semarang
- siswi korban pembakaran
- korban pembakaran
- siswi SMP korban pembakaran





