Pemerintah melepas keberangkatan ratusan calon haji asal embarkasi Banten di Bandara Soekarno-Hatta, pada Rabu 22 April 2026. Sebanyak 389 calon haji resmi dilepas menuju Tanah Suci dengan menerapkan sistem fast tracking.
Pelepasan ini menjadi perhatian khusus karena merupakan momen perdana bagi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dalam mengelola penyelenggaraan ibadah haji secara penuh. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim Pengawas Haji DPR Sufmi Dasco Ahmad, bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, serta Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.
Pemerintah menerapkan sistem fast tracking dalam proses keberangkatan kali ini untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para jemaah. Dengan sistem ini, proses keimigrasian dilakukan sepenuhnya di bandara keberangkatan, sehingga setibanya di Tanah Suci, jemaah tidak perlu lagi mengurus administrasi keimigrasian yang memakan waktu.
Baca juga: 393 Calon Haji Kloter I Bengkulu Bertolak ke Tanah Suci 25 April
Selain inovasi layanan, pemerintah juga menekankan kualitas pendampingan. Para petugas pendamping jemaah dilaporkan telah melalui proses pendidikan dan pelatihan intensif selama satu bulan penuh agar siap siaga melayani jemaah selama berada di Tanah Suci.
Di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu, Sufmi Dasco menyampaikan pesan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama pemerintah. Kehadiran negara diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi jemaah dalam menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
"Kami sampaikan apresiasi yang mendalam dan kepada Bapak Ibu sekalian jemaah haji, kami sampaikan selamat jalan. Mudah-mudahan pergi dan kembali dengan selamat dalam keadaan sehat walafiat dan menjadi haji yang mabrur," tutup Dasco.



