Pantau - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong pemerintah memperkuat perbaikan dan penertiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna meningkatkan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya optimal bagi anak.
Langkah ini disampaikan Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, yang menegaskan pentingnya pembenahan sistem untuk menjaga standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia mengungkapkan, "SPPG tentu tidak mungkin secara sengaja meracuni makanan anak. Tapi jika tata cara memasak tidak benar, bahan makanan tidak tepat, atau kebersihan tidak terjaga sehingga menimbulkan bakteri atau virus, itu adalah bentuk kelalaian yang menimbulkan korban."
Potensi Kelalaian dan Temuan AwalKomnas HAM menilai potensi kelalaian harus dicegah melalui penguatan sistem dan standar operasional agar tujuan peningkatan gizi anak tidak terganggu.
Pramono menjelaskan, "Pelanggaran HAM itu bukan hanya tindakan sengaja, tapi juga karena kelalaian. Jadi bukan hanya by commission pelanggaran yang terjadi karena tindakan aktif sengaja, tapi juga by omission pelanggaran yang terjadi karena kelalaian atau tidak melakukan kewajiban."
Komnas HAM juga menemukan adanya laporan awal di lapangan, termasuk dugaan kasus keracunan, yang saat ini masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Pentingnya Tata Kelola dan PengawasanPerbaikan program tidak hanya difokuskan pada aspek dapur, tetapi juga mencakup tata kelola menyeluruh dari hulu hingga hilir dalam implementasi MBG.
Ia menambahkan, "Jadi kita ingin melihat tata kelola dari hulu ke hilir program MBG ini."
Penguatan SPPG dinilai perlu disertai pengawasan berlapis serta dukungan lintas lembaga agar program berjalan akuntabel dan berkelanjutan.
Program MBG disebut sebagai intervensi strategis pemerintah yang harus terus dilanjutkan dengan perbaikan berkelanjutan.
Pramono menegaskan, "Program ini kemungkinan tidak bisa dibatalkan atau dihentikan. Yang bisa dilakukan adalah perbaikan di berbagai aspek."
Komnas HAM menyatakan akan memberikan rekomendasi berbasis kajian untuk menyempurnakan implementasi program MBG, termasuk penguatan standar SPPG agar berjalan efektif, aman, dan berdampak nyata bagi pemenuhan gizi anak.
Diskusi terkait hal ini turut menghadirkan pakar seperti Tan Shot Yen dan Media Wahyudi Askar sebagai narasumber.




