Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan industri perkeretaapian nasional, guna mendukung sistem transportasi yang efisien serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan. AHY mengatakan dorongan tersebut sejalan dengan masukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menilai pengembangan industri kereta domestik menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan transportasi nasional.
"Tadi Pak Kepala BRIN (Arif Satria) juga sangat mendorong agar kita bisa justru sekaligus memajukan industri perkeretaapian nasional. Mengapa tidak? Karena kebutuhannya ada," kata Menko AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 23 April 2026.
Baca Juga :
AHY: Pembangunan Jaringan KA Ditargetkan hingga 2045"Kita pastikan ekosistem industrinya, tadi Kementerian Perindustrian juga sudah menyampaikan hal tersebut, BUMN juga sama, kita bangun dengan baik sehingga nanti ada proses yang utuh," ujar AHY.
AHY menegaskan penguatan industri perkeretaapian penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri serta penguasaan teknologi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu membangun kemandirian industri transportasi berbasis kereta api secara berkelanjutan.
“Sehingga kita tidak hanya membeli produk atau teknologi dari luar, tetapi juga membangun kemandirian industri perkeretaapian nasional,” kata AHY.
AHY menambahkan peran Kementerian Perindustrian dan BUMN menjadi krusial dalam membangun rantai industri, mulai dari produksi hingga pengembangan teknologi. Selain itu, pemerintah akan mengawal pengembangan trase jaringan kereta dari sisi tata ruang wilayah, kesiapan teknologi, serta integrasi dengan sistem transportasi publik di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Antara.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan transportasi berbasis kereta api dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara luas. “Kami akan mengawal bersama pengembangan trase dari sisi tata ruang, teknologi, hingga kerja sama dengan daerah untuk memperkuat transportasi publik,” kata AHY.
Dalam rapat tersebut, pemerintah menetapkan rencana reaktivasi dan pembangunan jalur kereta api hingga sekitar 14.000 kilometer di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Saat ini, panjang jalur kereta di Sumatra mencapai 1.871 kilometer dan masih membutuhkan tambahan sekitar 7.837 kilometer. Lalu Kalimantan, jaringan kereta api belum tersedia dari kebutuhan sekitar 2.772 kilometer.
Sementara di Sulawesi, jalur kereta yang telah beroperasi sepanjang 109 kilometer, dengan kebutuhan tambahan sekitar 3.284 kilometer. Untuk merealisasikan pengembangan jaringan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi mencapai Rp1.200 triliun hingga tahun 2045.




